Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengantisipasi potensi penyebaran virus influenza A subtipe H3N2, yang kerap disebut masyarakat sebagai "super flu". Langkah antisipasi diimbau melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) oleh masyarakat.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menyatakan pihaknya telah mengimbau masyarakat melalui camat dan puskesmas. Ia menekankan agar masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
"Kita mengingatkan agar tidak usah panik tentang super flu ini karena itu hanya flu biasa," ujar Hendra Tarmizi, Sabtu, 10 Januari 2026.
Hendra menuturkan, hingga saat ini kasus influenza H3N2 yang dimaksud belum ditemukan di wilayah Kabupaten Tangerang. Meski demikian, ia meminta masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh untuk menghindari berbagai penyakit.
"Kemudian terkait peningkatan flu di Kabupaten Tangerang, kita laporan dari puskesmas, dari rumah sakit, peningkatannya sama seperti flu-flu biasa, mungkin memang sembuhnya agak lama," kata Hendra.
Baca Juga :
Antisipasi Penyebaran Super Flu, Jakarta Gelar Vaksinasi Berbayar
Hendra menjelaskan, istilah "super flu" bukanlah jenis virus baru, melainkan sebutan populer di masyarakat untuk influenza yang sudah lama ada. Meski begitu, virus yang menginfeksi saluran pernapasan ini perlu diwaspadai karena gejalanya bisa lebih berat dan lama sembuhnya dibandingkan flu biasa.
"Untuk super flu itu sebenarnya hanya sesama flu biasa yang keadaannya saat ini lebih banyak jumlahnya dan kemudian juga lebih lama sembuhnya. Kemenkes menyatakan super flu itu, sebenarnya bukan istilah medis melainkan bahasa populer di masyarakat," jelas Hendra.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat, pada Desember 2025 terdapat 40 hingga 50 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di masyarakat selama musim pancaroba. Data ini menunjukkan peningkatan kasus pernapasan yang umum terjadi di periode pergantian musim.
Dengan penjelasan dan imbauan ini, Dinkes berharap masyarakat dapat memahami situasi dengan bijak, tetap waspada tanpa kepanikan, dan fokus pada upaya pencegahan melalui perilaku hidup sehat.




