Tensi Panas, Militer Angkatan Laut Rusia, Iran dan China Ngumpul di sini

cnbcindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sebuah kapal Rusia tiba di pangkalan Angkatan Laut Simon's Town menjelang kedatangan negara-negara BRICS Plus yang meliputi China, Rusia, dan Iran untuk latihan angkatan laut gabungan di Afrika Selatan, di Cape Town, Afrika Selatan, 9 Januari 2026. (REUTERS/Esa Alexander)

Jakarta, CNBC Indonesia - China, Rusia, dan Iran memulai latihan angkatan laut gabungan selama sepekan di perairan Afrika Selatan pada Sabtu (10/1/2026) waktu setempat. Latihan digelar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara negara-negara BRICS Plus dan Amerika Serikat (AS).

Latihan ini digelar di bawah bendera BRICS Plus, perluasan blok BRICS yang awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kini, kelompok tersebut juga mencakup Mesir, Indonesia, Arab Saudi, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab, serta dipandang sebagai penyeimbang pengaruh ekonomi dan politik Barat.

Militer Afrika Selatan menyebut latihan bertajuk 'Will for Peace 2026' ini bertujuan memastikan keselamatan pelayaran dan mendukung aktivitas ekonomi maritim.


"Latihan WILL FOR PEACE 2026 menyatukan angkatan laut negara-negara BRICS Plus untuk operasi keselamatan maritim bersama dan latihan interoperabilitas," demikian pernyataan militer Afrika Selatan.

Upacara pembukaan dipimpin oleh pejabat militer China. Brasil, Mesir, dan Ethiopia turut hadir sebagai pengamat. Letnan Kolonel Mpho Mathebula, juru bicara sementara operasi gabungan Afrika Selatan, mengatakan seluruh anggota BRICS Plus telah diundang berpartisipasi.

"Semua anggota telah diundang," kata Mathebula kepada Reuters.

Latihan ini berlangsung di tengah hubungan yang memanas antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan sejumlah negara BRICS Plus, termasuk China, Iran, Afrika Selatan, dan Brasil. Trump sebelumnya menuduh negara-negara BRICS menjalankan kebijakan "anti-Amerika" dan pada Januari lalu mengancam akan mengenakan tarif tambahan 10% kepada negara-negara anggota.

Di dalam negeri Afrika Selatan, latihan tersebut memicu kritik. Partai oposisi pro-Barat, Aliansi Demokratik (DA), menilai latihan itu bertentangan dengan sikap netral Pretoria.

"BRICS telah menjadikan Afrika Selatan sebagai pion dalam permainan kekuasaan negara-negara nakal di panggung internasional," kata DA dalam pernyataannya.

Namun, Mathebula menepis tudingan tersebut dan menegaskan latihan ini tidak bermuatan politik. "Ini bukan kesepakatan politik... tidak ada permusuhan terhadap AS," ujarnya. Ia juga menekankan Afrika Selatan secara rutin menggelar latihan militer dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

"Ini adalah latihan angkatan laut. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan berbagi informasi," tambahnya.

Baca: Trump Blak-blakan soal Rencana Serangan Kedua ke Venezuela

(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Demonstrasi Ekonomi di Iran Berujung Bentrokan Berdarah

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saham BUMN 2026 Pilihan BRI Danareksa: BMRI, JSMR hingga TLKM Masuk Pertimbangan
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
BNN Kabupaten Sintang Buka Lowongan Kerja 2026, Ini 3 Posisi dan Syaratnya
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Ketawa Bareng Podcast Seminggu dan Jaga Kebugaran di Weekend Seru
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Waspadai Angin Duduk, Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin Padahal Tanda Serangan Jantung
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Deretan Momen Menyentuh Presiden Prabowo Bersama Siswa Sekolah Rakyat
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.