English 1, perusahaan multinasional sekaligus jaringan sekolah bahasa Inggris terkemuka, kembali menggelar Kompetisi Nasional Spelling Bee ke-18 yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Ajang ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Spelling Bee nasional diselenggarakan di bawah identitas baru English 1, setelah selama lebih dari tiga dekade dikenal sebagai EF Kids & Teens.
Rebranding yang resmi dilakukan pada April tahun lalu menandai fase baru perjalanan English 1 di Indonesia. Spelling Bee ke-18 pun hadir sebagai simbol transformasi tersebut, sekaligus menegaskan komitmen English 1 dalam memimpin dan menetapkan standar pendidikan bahasa Inggris bagi anak dan remaja di Tanah Air.
President Director English 1, Matthew Kenley, menegaskan bahwa kompetisi tahun ini memiliki makna strategis, bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga perayaan identitas baru dan visi jangka panjang perusahaan.
“Tahun ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah momen penting yang menandai awal era baru English 1. Setelah tiga dekade hadir sebagai EF Kids & Teens, kami membawa energi baru, cara pandang baru, dan komitmen yang lebih kuat untuk membekali generasi muda Indonesia menghadapi dunia global,” tutur Matthew dalam sambutannya.
Matthew menambahkan bahwa Spelling Bee ke-18 mencerminkan konsistensi English 1 dalam berinovasi dan memimpin pendidikan bahasa Inggris di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Matthew juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis yang berhasil melaju ke tingkat nasional dari puluhan ribu peserta di seluruh Indonesia.
“Dengan lebih dari 20 ribu peserta yang mengikuti kompetisi Spelling Bee tahun ini, kalian yang berdiri di sini hari ini adalah pemenang di setiap kategori kalian masing-masing. Kalian adalah yang terbaik,” tuturnya.
Matthew pun membagikan pandangan sederhana mengenai kunci kesuksesan kepada para finalis.
“Untuk sukses dalam apa pun yang kalian lakukan, 50 persen adalah keberanian untuk datang dan mengambil kesempatan. Lima puluh persen sisanya adalah persiapan. Dan hari ini, kalian semua telah melakukan keduanya,” terangnya.
Babak Baru English 1 dan Pertumbuhan SignifikanMemasuki tahun ke-18 penyelenggaraan National Spelling Bee, English 1 menandai babak baru dalam perjalanannya di Indonesia. Saat ini, English 1 hampir menjangkau 100.000 pelajar di 123 sekolah yang tersebar di sekitar 60 kota.
Matthew menegaskan bahwa rebranding ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan refleksi visi besar perusahaan. Ia menjelaskan bahwa proses rebranding telah dipersiapkan secara matang sejak April tahun lalu.
“Penting bagi kami untuk menyampaikan komunikasi yang tepat dan konsisten di seluruh wilayah operasional kami. Karena itu, rebranding ini membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan agar semua elemen benar-benar siap,” ungkapnya.
Kepercayaan publik terhadap English 1 tercermin dari pertumbuhan jumlah siswa yang signifikan. Dalam lima tahun terakhir, jumlah murid meningkat sekitar 20 persen, setara dengan lebih dari 10.000 siswa baru.
Skala Nasional dan Ribuan PesertaNational Competition Spelling Bee 2026 menjadi yang terbesar sepanjang 18 tahun penyelenggaraan, dengan 19.500 peserta dari 58 kota dan 1.300 finalis nasional dari jenjang SD kelas 1 hingga SMP kelas 3.
“Ekspektasi saya sederhana namun bermakna: kami ingin merayakan dan memberikan apresiasi kepada seluruh siswa dan orang tua yang telah berusaha sampai di titik ini,” kata Matthew.
Ia pun menegaskan bahwa English 1 tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan hidup.
Sertifikat Spelling Bee Diakui PuspresnasTerobosan penting tahun ini datang dari sisi akademik. Academic Operations Manager English 1, Chris Patton, mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya sertifikat pemenang Spelling Bee nasional didaftarkan ke Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kemendikdasmen.
“Pendaftaran sertifikat ke Puspresnas merupakan terobosan terbesar kami tahun ini. Dengan pengakuan resmi ini, sertifikat Spelling Bee nasional dari English 1 berada pada level yang sama dengan sertifikat ajang prestasi lain yang tercatat di Puspresnas, seperti Olimpiade Sains Nasional,” jelas Chris.
Menurutnya, pengakuan ini memberikan nilai tambah signifikan bagi peserta, baik untuk jalur prestasi, seleksi sekolah, maupun peluang beasiswa di masa depan.
Kolaborasi Strategis dan Inovasi BerkelanjutanDari sisi pemasaran dan pengembangan merek, Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita, menuturkan bahwa Spelling Bee ke-18 diperkuat oleh berbagai kolaborasi strategis dengan mitra yang memiliki visi sejalan, seperti Cetaphil Baby, EFLT, dan Indodana PayLater. English 1 juga melibatkan mahasiswa dan fresh graduate melalui program volunteer nasional.
“Inisiatif ini tidak hanya memperkuat kualitas acara, tetapi juga membuka ruang pembelajaran baru bagi generasi muda yang tertarik pada dunia pendidikan dan manajemen acara,” ujar Rhea.
Ia menambahkan bahwa saat ini English 1 memiliki 123 center dengan lebih dari 95 ribu murid aktif, yang membuat dampak Spelling Bee semakin luas.
“Dengan jangkauan yang semakin luas, kami dapat menghadirkan peluang yang lebih merata bagi anak-anak di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang prestasi seperti Spelling Bee,” terang Rhea.
Rhea juga menegaskan bahwa sertifikat Spelling Bee yang terdaftar di Puspresnas menjadi salah satu inovasi terbesar tahun ini.
“Para pemenang Spelling Bee sudah pasti terdaftar di Puspresnas, sehingga sertifikat tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan pendaftaran beasiswa,” tuturnya.
Kurikulum untuk Masa Depan dan Apresiasi BermaknaMenjawab tantangan perubahan kurikulum nasional, English 1 terus memperbarui kurikulumnya, termasuk rencana relaunch produk High Flyer.
“High Flyer akan di-update, di-align dengan kebutuhan market, dan kami rencanakan peluncurannya sekitar bulan April,” jelas Rhea.
Para pemenang Spelling Bee juga mendapatkan berbagai bentuk apresiasi, mulai dari hadiah uang tunai, voucher liburan EFLP, merchandise eksklusif, hingga sertifikat resmi Puspresnas yang bernilai jangka panjang.
Menutup pernyataannya, Rhea menyampaikan harapan agar kompetisi ini menjadi ruang pembelajaran yang utuh bagi anak-anak.
“Harapan saya, anak-anak belajar untuk menang dan juga belajar untuk kalah. Keduanya sama pentingnya,” tandas Rhea
Para finalis memperebutkan gelar juara nasional serta hadiah total jutaan rupiah. Setelah menjalani kompetisi yang ketat, yang berhasil menjadi juara nasional di masing-masing kategori adalah:
Grup A (SD Kelas 1 dan 2):
1. Gregory Alexson Suwandy
2. Daniel Bagaskara Animalesto
3. Selina Clairine Wahyudi
Grup B (SD Kelas 3 dan 4):
1. Joseph Grant Ramosta Pakpahan
2 Shaquille Ziggy Abqari
3. Rashimoriq Ayyashi Marchino
Grup C (SD Kelas 5 dan 6):
1. Fathia Kirana Izzati
2. Royyan Fathurrobani
3. Aisha Nabila Nareshwari Nur
Grup D (SMP Kelas 1-3):
1. Aisya Sebille Maysyaura
2. Morgan Quentino
3. Kenneth Chris Wayne



