Menteri Ekraf Dorong Kota Bima Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

tvrinews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai bagian dari strategi menjadikan sektor tersebut sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Hal itu disampaikan Teuku Riefky saat menerima audiensi Wali Kota Bima H. A. Rahman di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf menegaskan pemerintah tengah memperkuat mekanisme penetapan kota kreatif berbasis subsektor unggulan yang terverifikasi.

"Sejak 2016 sudah ada 81 kota dan kabupaten yang melakukan verifikasi mandiri. Ke depan, Kementerian Ekonomi Kreatif akan menetapkan kota kreatif melalui peraturan menteri setelah dilakukan verifikasi terhadap subsektor unggulan," kata Teuku Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 10 Januari 2026.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa subsektor unggulan yang ditetapkan akan menjadi lokomotif penggerak subsektor ekonomi kreatif lainnya di daerah, sehingga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Teuku Riefky menyambut baik pemetaan potensi ekonomi kreatif yang disampaikan Pemerintah Kota Bima. Menurutnya, kekuatan ekonomi kreatif yang bertumpu pada budaya, kreativitas masyarakat, dan kearifan lokal merupakan fondasi penting dalam membangun daya saing daerah.

"Kami menekankan penguatan ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku, perlindungan kekayaan intelektual, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar," ucapnya.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mempercepat transformasi ekonomi kreatif di daerah, termasuk pemanfaatan peluang ekonomi digital dan konten kreatif yang semakin berkembang.

Sementara itu, Wali Kota Bima H. A. Rahman menyampaikan bahwa Kota Bima memiliki sekitar 1.500 unit usaha tenun ikat sebagai identitas utama daerah, serta berbagai subsektor lain seperti seni pertunjukan, musik, kuliner, fesyen, desain produk, fotografi, hingga konten digital.

Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bima serta pejabat Kementerian Ekonomi Kreatif, sebagai bentuk sinergi pusat dan daerah dalam mendorong ekonomi kreatif menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis lokal.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cucu Pendiri NU Usulkan Lembaga Permusyawaratan Syuriah untuk Perkuat PBNU
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Perusahaan Raksasa Tumbang-Aset Diambil, Usai Bangkrut Gegara Korupsi
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PDIP Tanggapi Ambisi Kaesang Jadikan Jateng Kandang Gajah: Rakyat Penentu
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Inter Milan vs Napoli: Prediksi, Head-to-Head, dan Susunan Pemain
• 14 jam lalumerahputih.com
thumb
Manohara Putus, Tidak Toleransi Pacar Selingkuh
• 23 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.