Cucu Pendiri NU Usulkan Lembaga Permusyawaratan Syuriah untuk Perkuat PBNU

okezone.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA- Nahdlatul Ulama (NU) membutuhkan kelembagaan kolektif agar menjadi lembaga yang tangguh. Semacam Majelis Permusyawaratan Syuriah.

Hal ini diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, Kiai Abdussalam Shoib alias Gus Salam, Minggu (11/1/2026).

"Saat ini NU butuh kelembagaan kolektif supaya menjadi lembaga yang tangguh dari berbagai intervensi yang memungkinkan, NU di tarik dalam pusaran kepentingan tertentu. Istilah yang bisa digambarkan dengan mudah adalah semacam Majlis Permusyawaratan Syuriah," ujarnya.

Baca Juga :
PBNU Tegaskan Kasus Kuota Haji yang Jerat Gus Yaqut Masalah Pribadi

Cucu pendiri NU ini mengatakan,  Majelis Permusywaratan Syuriah terdiri sejumlah ulama yang memimpin NU dalam satu periode secara kolektif,  dan kepemimpinannya ditunjuk bergiliran setiap tahun hingga selesai dalam satu periode lima tahun.

"Majlis Syuriah dapat merumuskan kepemimpinan tanfidziyah dalam satu periode yang di putuskan dalam Muktamar NU. Kenapa ide ini menjadi cara pandang baru dalam keberlangsungan kelembagaan NU. Karena NU membutuhkan itu," katanya.

Menurutnya, ada beberapa keutamaan yang dapat dijadikan pondasi kekokohan keberlangsungan kelembagaan NU dengan format Majlis Permusywaratan Syuriah.

Baca Juga :
Laporkan Pandji, Aliansi Angkatan Muda NU Bukan Respresentasi PBNU

Pertama, institusi independen, NU  akan mempunyai struktur yang mengembalikan fungsi syuriah sebagai supremasi institusi yang lebih independen, bisa memilah antara sikap individu dan sikap kelembagaan.

"Begitupun dengan kebutuhan keputusan syari’ah keagaamaan, akan memiliki kekuatan yang legitimit karena manjadi pendapat yang jumhur," imbuhnya.

Kedua, lanjutnya, kontrol kelembagaan. Majlis Permusywaratan Syuriah akan lebih memiliki obyektifitas dalam kontrol kelembagaan NU yang dijalankan oleh tanfidziyah.

Baca Juga :
Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji, Begini Reaksi Ketum PBNU

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Duit Miliaran Hasil Rampok
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DJP Cabut Izin Praktik Konsultan Pajak Terlibat Suap di Kantor Pajak Jakut
• 7 jam laludetik.com
thumb
Cangkruk: Cara Orang Kediri Menjaga Ritme Hidup
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Lubang Jamban dan Martabat Manusia, Ikhtiar dari Kabupaten Belu
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Politisi Muda Sebut PDIP Bukan Oposisi Tapi Mitra Strategis
• 3 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.