Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen kebut pengerjaan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Mandiri bagi warga terdampak bencana. Sebanyak 1.000 keluarga korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, dipastikan akan segera memiliki tempat tinggal baru.
Pembangunan tahap pertama ini difokuskan agar rampung sebelum memasuki bulan suci Ramadan tahun ini. Proses pengerjaan telah dimulai secara simbolis dengan peletakan batu pertama pada Kamis lalu, 8 Januari 2026, di Desa Bale Panah, Kecamatan Juli, oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen.
BNPB menargetkan setiap satu Huntap Mandiri ini proses pembangunannya akan siap 8 hingga 10 hari, dan langsung dilanjutkan untuk beberapa titik selanjutnya. Tenaga ahli BNPB, Brigjen TNI (Purn) Yan Namora, menjelaskan bahwa setiap unit hunian tetap mandiri ini ditargetkan siap dalam waktu singkat.
Baca juga: 16 Jenazah Korban Bencana di Agam Dimakamkan Secara Massal
Yan Namora menegaskan bahwa percepatan pembangunan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri. Hal ini bertujuan agar para penyintas bencana tidak terlalu lama berada dalam ketidakpastian dan segera mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
"Pekerjaan ini diburu. Harus diburu, karena sudah disampaikan oleh Bapak Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri itu harus segera selesai," tegasnya.
Pemerintah menargetkan setidaknya sepertiga dari total pembangunan tahap awal ini sudah bisa ditempati sebelum masa puasa dimulai. Harapannya, masyarakat yang telah terverifikasi sebagai penerima bantuan dapat langsung menempati rumah tersebut.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469109/original/040554100_1768059599-InShot_20260110_145713718.jpg)


