3.522 Warga Desa Tempur di Jepara Terisolasi Karena Tanah Longsor

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga (KK) di Desa Tempur masih terisolasi akibat terputusnya akses jalan secara total, menyusul bencana tanah longsor di sejumlah titik.

“Dari hasil asesmen awal, terdapat 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat sampai kritis yang terjadi pada, Jumat (9/1/2026), setelah diguyur hujan deras. Sehingga, menyebabkan akses ke luar masuk Desa Tempur terputus total,” kata Arwin Noor Isdiyanto Kepala Pelaksana (Kalaksa) Harian BPBD Kabupaten Jepara di Jepara, Jawa Tengah, Minggu (11/1/2026) yang dikutip Antara.

Dia menjelaskan, titik longsor terparah berada di lokasi pertigaan dekat spot foto “Selamat Datang”. Karena di lokasi tersebut, badan jalan hilang total sepanjang sekitar 50 meter setelah tergerus aliran Sungai Gelis.

“Titik kritis lainnya berada di Jembatan Mbah Sujak. Di lokasi itu, badan jalan terkikis hingga sedalam enam meter akibat sungai yang berpindah aliran,” ujarnya.

Menurut Arwin, dampak longsor tidak hanya merusak akses transportasi. Laporan situasi (SITREP) BPBD Jepara juga mencatat sedikitnya enam unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari terendam lumpur hingga rusak total.

Selain itu, jaringan listrik di Desa Tempur dilaporkan padam total setelah satu tiang listrik roboh dan satu tiang lainnya dalam kondisi miring sehingga membahayakan.

Terputusnya akses jalan dan padamnya aliran listrik turut berdampak pada perekonomian warga. Puluhan hektare lahan persawahan di sepanjang aliran Sungai Gelis dilaporkan hanyut dan rusak akibat terjangan longsor dan luapan air.

“Untuk data rinci potensi kerugian di sektor pertanian saat ini masih dalam tahap pendataan,” ungkapnya.

Hingga Sabtu (10/1/2026) pukul 17.00 WIB, BPBD Kabupaten Jepara terus melakukan berbagai upaya darurat. Langkah yang telah dilakukan meliputi koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional, pembukaan dapur umum, serta pengerahan alat berat berupa ekskavator.

Namun demikian, akses jalan utama hingga kini masih belum dapat dibuka. “Pembersihan material longsor di titik pertama sudah dilakukan sejak malam hari, tetapi belum tuntas karena terkendala kondisi cuaca,” sebutnya.

Arwin menambahkan, kendala utama di lapangan antara lain cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu longsor susulan, serta banyaknya material batu berukuran besar yang masih terus berjatuhan dari tebing.

Untuk mempercepat penanganan dan membuka kembali akses warga yang terisolasi, BPBD Jepara mengajukan sejumlah kebutuhan mendesak.

Di antaranya, tambahan alat berat berupa ekskavator tipe PC-75 untuk menangani material besar, alat konvensional guna mempercepat proses pembersihan, serta dukungan logistik untuk menjamin pasokan kebutuhan dasar bagi ribuan warga terdampak.

Rencana pembersihan dan pembukaan akses jalan akan dilanjutkan pada hari ini, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan serta mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca. Perkembangan penanganan selanjutnya akan disampaikan melalui laporan situasi berikutnya. (ant/bil/rid)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi dan Warga Sipil Terluka dalam Serangan 11 SPBU di Thailand Selatan
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPK Buka Peluang Dalami Peran Pemda Maluku Utara di Kasus Suap Pajak PT Wanatiara Persada
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Tim SAR gabungan cari dua pemancing hilang di tebing Gunungkidul
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Pajak Progresif Mobil, Begini Cara Hitungnya
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Srikandi BTN Turun Langsung Salurkan Bantuan Bagi Para Ibu dan Anak Korban Bencana di Aceh Tamiang
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.