SEBUAH penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan mengenai kemampuan dasar laut dalam menyeimbangkan iklim Bumi. Studi yang dipimpin oleh tim ilmuwan dari University of Southampton menemukan bahwa lava bawah laut ternyata berperan sebagai penyerap karbon dioksida (CO2) alami yang sangat kuat.
Berbeda dengan hutan yang menyimpan karbon di permukaan, lava bawah laut ini mampu mengunci karbon dalam bentuk padat selama jutaan tahun. Temuan ini menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana Bumi mengatur siklus karbon global secara mandiri.
Rahasia di Balik Batu "Pori"Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience ini berfokus pada jenis batuan yang disebut lava breccia. Batuan ini terbentuk saat lava panas dari gunung api bawah laut meledak dan mendingin seketika setelah bersentuhan dengan air laut.
Baca juga : Kadar CO2 Global 2024 Tertinggi Sepanjang Sejarah
Proses tersebut menciptakan batuan dengan tekstur yang penuh pori dan retakan. Struktur unik inilah yang membuat air laut bisa meresap masuk dengan mudah ke dalam batuan, membawa serta gas CO2 yang terlarut di dalamnya.
Proses Kimiawi yang Mengunci Karbon
Di dalam rongga-rongga lava tersebut, terjadi reaksi kimia alami yang luar biasa. Karbon dioksida bereaksi dengan mineral silikat, kalsium, dan magnesium yang terkandung dalam batuan. Hasilnya, CO2 yang tadinya berbentuk gas/cair berubah menjadi mineral karbonat padat, serupa dengan batu kapur.
Baca juga : Ilmuwan Temukan Gundukan Pasir Raksasa Bawah Laut, Diduga Jadi Tempat Penyimpanan Karbon Dioksida
Hasil analisis menunjukkan kemampuan simpan batuan ini tidak main-main. Lava breccia mampu menyimpan karbon 2 hingga 40 kali lebih banyak dibandingkan bagian kerak samudra lainnya.
Meski temuan ini terdengar seperti kabar baik bagi krisis iklim, para peneliti memberikan catatan penting. Proses penyerapan ini terjadi dalam skala waktu geologis yang sangat lambat, yakni mencapai jutaan tahun. Artinya, mekanisme ini bukan solusi cepat untuk mengatasi emisi karbon manusia saat ini.
Namun, signifikansi temuan ini terletak pada keakuratan model iklim masa depan. Selama ini, peran lava bawah laut dalam menyerap karbon sering kali terabaikan dalam perhitungan global. Mengingat luasnya sebaran lava ini di sepanjang punggungan tengah samudra, kontribusinya terhadap keseimbangan planet jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan.
Studi ini kembali membuktikan bahwa Bumi memiliki sistem pertahanan alami yang kompleks. Meski tidak bisa langsung digunakan sebagai teknologi penangkap karbon buatan, penemuan ini memberikan gambaran utuh tentang bagaimana planet kita menjaga keseimbangan dirinya selama berabad-abad.
(Science Daily/H-4)





