Protes Iran: Demonstran Hadapi Tindakan Keras Rezim

tvrinews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRInews – Teheran, Iran

Warga laporkan penembakan peluru tajam di tengah pemutusan akses internet total oleh otoritas Iran.

Gelombang demonstrasi besar terus mengguncang berbagai kota di Iran meskipun pemerintah meningkatkan tindakan keras secara signifikan. 

Melalui rekaman video yang berhasil menembus blokade internet, ribuan massa dilaporkan tetap turun ke jalan-jalan di Teheran hingga Sabtu 10 Jauari 2026 , menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Situasi di lapangan dilaporkan  media The Guardian  semakin mencekam. Meski otoritas memberlakukan pemutusan akses internet dan jaringan seluler sejak Kamis 8 Jauari 2026 untuk membatasi komunikasi, laporan mengenai kekerasan aparat mulai bermunculan. 

Di Distrik Punak, Teheran, warga melakukan aksi protes dengan memukul panci dan meneriakkan slogan-slogan perlawanan. Sementara itu, di Mashhad, massa melakukan aksi long march di tengah kobaran api sebagai bentuk pembangkangan di kota kelahiran Khamenei.

Ancaman Hukuman Mati

Otoritas Iran mengambil langkah hukum yang ekstrem untuk meredam gejolak ini. Jaksa Agung Iran, Mohammad Mahvadi Azad, menyatakan bahwa siapapun yang berpartisipasi dalam protes 

akan dianggap sebagai "musuh Tuhan" (moharebeh), sebuah dakwaan yang membawa ancaman hukuman mati dalam sistem hukum Republik Islam tersebut.

"Tujuan kami bukan lagi sekadar turun ke jalan. Tujuannya adalah bersiap untuk merebut pusat-pusat kota," ujar Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang kini berada di pengasingan, melalui pernyataan yang menyerukan eskalasi protes di akhir pekan.

Laporan Korban Jiwa

Keterbatasan akses komunikasi membuat verifikasi jumlah korban menjadi tantangan besar bagi media internasional. Namun, beberapa saksi mata yang berhasil terhubung melalui sistem satelit Starlink melaporkan adanya penggunaan kekuatan mematikan oleh aparat keamanan.

"Kami sedang berjuang untuk sebuah revolusi, tetapi kami butuh bantuan. Penembak jitu telah ditempatkan di belakang area Tajrish Arg," ujar seorang pengunjuk rasa di Teheran kepada The Guardian. 

Ia menambahkan bahwa banyak orang ditembak di berbagai sudut kota dan mengklaim melihat ratusan jenazah, meskipun angka ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Lembaga Human Rights Activists News Agency (HRANA) melaporkan setidaknya 72 orang tewas dan lebih dari 2.300 lainnya ditahan sejak protes pecah. Di sisi lain, pemerintah Iran mengklaim adanya korban di pihak keamanan yang mereka sebut sebagai akibat dari sabotase pihak asing.

Kekhawatiran Internasional

Pemenang Nobel Perdamaian asal Iran, Shirin Ebadi, memperingatkan adanya potensi "pembantaian massal" yang dilakukan di bawah perlindungan pemutusan komunikasi. 

"Saya telah menerima laporan tentang ratusan orang yang dirawat karena cedera mata di satu rumah sakit di Teheran saja," ungkapnya.

Dunia internasional mulai bereaksi. Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan dukungannya bagi kebebasan di Iran. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Iran yang berani.

Di tengah tekanan global, televisi pemerintah Iran mencoba menampilkan suasana normal dan menyebut aksi protes hanyalah gangguan kecil dari kelompok yang disusupi pihak asing. 

Mereka juga menayangkan video yang diduga sebagai pengakuan paksa dari para demonstran sebuah praktik yang menurut aktivis hak asasi manusia sering digunakan sebagai landasan untuk eksekusi mati.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wakil Ketua MPR Dorong Implementasi PP Tunas untuk Atasi Lonjakan Kekerasan Anak di Ruang Digital
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Menkes Minta Rumah Nakes Terdampak Bencana Dapat Prioritas Rehabilitasi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Siapakah Reza Pahlavi, Tokoh Pro-AS yang Namanya Dikumandangkan Demonstran Iran
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Pipa Gas TGI Meledak Lagi, Kali Ini di Indragiri Hulu Riau
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.