Geely Umumkan Rencana Jangka Panjang Masuki Pasar Mobil Penumpang AS

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Geely Holding Group mengumumkan niat jangka panjang untuk memasuki pasar mobil penumpang Amerika Serikat (AS), menjadikannya target ekspansi strategis berikutnya bagi perusahaan otomotif global asal Tiongkok tersebut.

AS dinilai sebagai salah satu pasar otomotif terpenting di dunia, sehingga menjadi sasaran ekspansi yang sangat diperhitungkan oleh Geely.

Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Komunikasi Global Geely, Ash Sutcliffe, dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat.

Menurut Sutcliffe, rencana masuk ke pasar AS merupakan tujuan jangka panjang dan bukan langkah yang akan segera direalisasikan.

Fokus Teknologi dan Evaluasi Strategi Global

Sutcliffe menyatakan bahwa Geely saat ini sedang mempertimbangkan seluruh pasar global untuk ekspansi, dan pasar AS menjadi salah satu pertimbangan utama.

"Geely sedang mempertimbangkan semua pasar global di mana kami dapat berekspansi... pertanyaan besar bagi kami adalah kapan dan di mana kami akan pergi ke AS? Saya pikir kami akan membuat pengumuman tentang itu dalam 24–36 bulan ke depan. Jadi, saya pikir ini adalah saat-saat yang menarik bagi Geely Holding Group", ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengumuman resmi kemungkinan akan dilakukan dalam dua hingga tiga tahun mendatang, namun belum berarti mobil Geely akan langsung hadir di jalan-jalan AS saat itu.

Dalam sesi wawancara di CES, Sutcliffe duduk di dalam mobil Lynk & Co, salah satu merek Geely yang disebut potensial untuk diperkenalkan di AS, bersama merek Zeekr.

Geely menegaskan posisinya sebagai grup otomotif global, bukan hanya produsen dari Tiongkok, dengan portofolio merek internasional seperti Volvo, Polestar, Lotus, Zeekr, dan Lynk & Co. — beberapa di antaranya sudah beroperasi di pasar AS.

Tantangan Perdagangan dan Regulasi

Sutcliffe menjelaskan bahwa beberapa hambatan utama untuk masuk ke pasar AS adalah:

Tingginya tarif impor kendaraan buatan Tiongkok

Pengawasan ketat terhadap teknologi konektivitas dan data kendaraan oleh otoritas AS

Faktor-faktor ini membuat Geely harus mengevaluasi strategi secara menyeluruh, termasuk kemungkinan menjalin kemitraan lokal, melakukan lokalisasi produksi, atau menggunakan merek internasional yang telah dikenal.

Hingga saat ini, belum ada pengajuan regulasi, proses homologasi produk, maupun rencana pendirian jaringan dealer dari Geely di AS.

Pernyataan Geely ini hadir di tengah pergeseran fokus CES 2026, di mana pameran otomotif lebih menonjolkan aspek teknologi seperti AI, pengemudian otonom, dan platform perangkat lunak dibandingkan peluncuran model kendaraan konvensional.

Perusahaan otomotif dan teknologi asal Tiongkok juga memanfaatkan CES untuk menampilkan kontribusi mereka dalam rantai pasok global, seperti sistem kokpit berbasis AI, sistem persepsi, serta perangkat keras untuk kendaraan otonom.

Ekspansi Global Dipercepat, Pasar AS Masih Tantangan

Geely mempercepat ekspansi global seiring semakin ketatnya persaingan di pasar domestik Tiongkok.

Merek-merek asal Tiongkok telah tumbuh pesat di wilayah Eropa, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin, namun pasar AS tetap menjadi tantangan tersendiri karena kebijakan perdagangan, regulasi ketat, dan pembatasan teknologi.

Hingga kini, Geely belum mengumumkan model spesifik yang akan dijual di AS maupun jadwal final ekspansi ke negara tersebut.

Pernyataan Geely di CES 2026 mencerminkan niat strategis dan proses evaluasi yang sedang berjalan, bukan keputusan akhir untuk masuk ke pasar mobil AS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Demo Baru Pecah di Teheran: Tembakkan Kembang Api-Serukan Slogan Dukung Pahlavi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Petugas Pajak Jakut Diduga Sunat Nilai Pajak 80 Persen hingga Minta Duit Rp8 Miliar
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Lahan Terbatas, Imigrasi Bandung Ajukan Pindah Kantor
• 16 menit lalurepublika.co.id
thumb
AS Hantam Sejumlah Posisi ISIS di Suriah
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Menlu Sugiono Laporkan Hasil Pertemuan 2+2 RI-Turki kepada Presiden Erdogan
• 15 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.