Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Bulukumba
Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mulai menunjukkan dampak nyata bagi perekonomian nelayan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dari kawasan KNMP Bentenge, hampir satu ton ikan segar hasil tangkapan nelayan pesisir berhasil diekspor ke Arab Saudi, menandai tonggak baru bagi perikanan daerah tersebut.
Pengiriman perdana itu dilepas dari KNMP Bentenge dan dibawa menggunakan mobil berpendingin milik fasilitas KNMP menuju Makassar, sebelum diterbangkan ke Jeddah pada hari yang sama.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, mengatakan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa program KNMP mampu memperluas jangkauan pasar nelayan, dari yang semula hanya melayani pasar lokal menjadi pemain di pasar global.
“Inilah tujuan utama KNMP, yakni meningkatkan produktivitas dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat pesisir, termasuk ke pasar internasional,”ujar Trian dalam keterangan tertulis, Minggu, 11 Januari 2026.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur KNMP Bulukumba kini memasuki tahap akhir. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah menyalurkan berbagai sarana pendukung seperti mobil pendingin, kapal, mesin kapal, dan alat tangkap, yang nantinya dikelola oleh koperasi nelayan.
Fasilitas Lengkap Dukung Rantai Dingin
KNMP Bentenge dilengkapi berbagai infrastruktur perikanan, mulai dari tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, SPBUN, bengkel kapal, kios perbekalan, hingga balai nelayan. Di sisi hilir, tersedia pula pabrik es portabel, cold storage, mobil pendingin, coolbox, dan gudang beku untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
“Dengan fasilitas ini, kami berharap produksi perikanan Bulukumba terus meningkat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Potensi perikanannya sangat besar dan nelayannya juga produktif,”ungkap Trian.
Pemda Jadikan KNMP Pusat Perikanan
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba, Muh. Thaiyeb Maningkasi, menilai kehadiran KNMP Bentenge akan menjadi pengungkit utama pengembangan sektor perikanan daerah. Pemerintah kabupaten bahkan berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas perikanan.
“Pak Bupati sangat fokus mengembangkan sektor perikanan. Dengan fasilitas KNMP yang lengkap, ke depan aktivitas perikanan akan kami pusatkan di sini,”kata Thaiyeb.
Thaiyeb juga mengungkapkan bahwa setelah ekspor perdana hampir satu ton kerapu macan dan tenggiri ke Arab Saudi, eksportir telah mengajukan permintaan lanjutan hingga 2,5 ton per hari.
Menurutnya, peluang tersebut bisa menjadi pendorong kuat bagi pertumbuhan ekonomi nelayan Bulukumba, terlebih dengan dukungan cold storage dan mobil pendingin yang tersedia di KNMP.
“Selain kerapu macan, kami juga punya berbagai jenis kerapu lain, kakap merah, layang, dan ikan karang bernilai tinggi. Semua ini punya potensi besar untuk pasar ekspor,”tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469441/original/064202400_1768117589-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_14.40.55.jpeg)