Penjualan Kendaraan Listrik di Jepang Naik Tipis 1,6 Persen Sepanjang 2025

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Jepang mencatat kenaikan tipis sebesar 1,6 persen sepanjang tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya, mencapai total 60.677 unit.

Kenaikan ini menjadi yang pertama dalam dua tahun terakhir, namun dinilai masih lemah oleh para analis.

Pertumbuhan terbatas tersebut disebabkan oleh kurangnya stasiun pengisian daya dan minimnya pilihan model EV yang tersedia di pasar domestik.

Data ini dirilis oleh Japan Automobile Dealers Association dan Japan Light Motor Vehicle and Motorcycle Association.

Catatan tersebut tidak mencakup kendaraan komersial seperti bus dan truk.

Pertumbuhan Didominasi Mobil Non-Mini, Toyota dan BYD Naik Signifikan

Dari total penjualan, kendaraan listrik non-mini naik 17,1 persen secara tahunan menjadi 39.885 unit.

Sebaliknya, pendaftaran kendaraan listrik kategori mini (mobil kecil) justru turun 19 persen menjadi 20.792 unit.

Toyota mencatat pertumbuhan signifikan dengan kenaikan penjualan 2,3 kali lipat menjadi 4.203 unit, didorong oleh model bZ4X yang menawarkan jarak tempuh lebih baik dengan harga bersaing.

Sementara itu, produsen China BYD mencatat lonjakan penjualan sebesar 68,3 persen menjadi 3.742 unit, berdasarkan data Japan Automobile Importers Association.

Porsi EV Masih Rendah, Produsen Diminta Tinjau Strategi

Meski naik, kendaraan listrik masih menyumbang hanya 1,6 persen dari total penjualan kendaraan penumpang baru di Jepang sepanjang 2025.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik di Jepang masih sangat kecil dibandingkan dengan tren global.

Pertumbuhan yang lambat ini mendorong produsen otomotif untuk meninjau ulang strategi pemasaran mereka, terutama dalam menghadirkan lebih banyak pilihan model EV dan meningkatkan infrastruktur pengisian daya.

Kendaraan listrik dipandang sebagai alternatif ramah lingkungan dalam upaya dekarbonisasi industri otomotif.

Namun, tren global menunjukkan dinamika baru, dengan Komisi Eropa melonggarkan rencana pelarangan mobil berbahan bakar bensin dan diesel yang semula ditargetkan mulai 2035.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mengenal Kamaz, Truk Pekerja yang Mendunia Berkat Rally Dakar
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Prediksi Skor Barcelona vs Real Madrid Dini Hari Nanti: Susunan Pemain dan Head to Head
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Jadi Sorotan, Ini 3 Alasan Drakor Spring Fever Wajib Masuk Watch-List Kamu
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sederet Menteri Agama yang Pernah Terlibat Korupsi: Dari Yaqut Hingga Said Agil
• 4 jam lalunarasi.tv
thumb
Bos LinkedIn Kasih Tips Biar Lamaran Tembus di Era Serba AI
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.