Asing Lepas Saham Konglo Ini, Bakrie hingga Salim Masuk Daftar Jual

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Investor asing tercatat melepas sejumlah saham milik kelompok usaha besar atau konglomerasi di bursa Tanah Air sepanjang sepekan terakhir.

Asing Lepas Saham Konglo Ini, Bakrie hingga Salim Masuk Daftar Jual. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Investor asing tercatat melepas sejumlah saham milik kelompok usaha besar atau konglomerasi di bursa Tanah Air sepanjang sepekan terakhir.

Aksi jual ini terutama menyasar saham-saham Grup Bakrie, disusul emiten milik Grup Salim hingga Grup Humpuss.

Baca Juga:
Asing Borong Saham Bank Besar dan Tambang dalam Sepekan

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net foreign sell mencapai sekitar Rp1,59 triliun dalam sepekan.

Saham tambang batu bara milik Grup Bakrie tersebut diikuti kontraktor tambang PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang juga mencatat aksi jual asing sekitar Rp413,93 miliar. Selain itu, saham energi Grup Bakrie lainnya, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), turut dilepas asing senilai Rp106,85 miliar.

Baca Juga:
Harga Emas Menguat Sepekan, Data Payroll AS Meleset dan Ketidakpastian Global Mengemuka

Menariknya, meski asing ramai keluar, kinerja saham-saham tersebut relatif tetap solid. BUMI tercatat masih menguat 10 persen dalam sepekan ke Rp462 per unit, di kisaran level tertinggi sejak awal 2017 silam.

Sementara DEWA naik 8 persen, mendekati kisaran rekor tertinggi di Rp810 per unit dan ENRG menguat tipis di kisaran 1 persen menjadi Rp1.660 per unit. Hal ini mengindikasikan masih adanya minat beli dari investor domestik.

Baca Juga:
IHSG Diprediksi Kembali Menguat di Sesi Pembukaan Besok

Aksi jual asing juga menyasar PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), emiten tambang tembaga dan emas milik Grup Salim, dengan net foreign sell sekitar Rp390,78 miliar.

Namun, saham AMMN justru mencatat lonjakan harga signifikan hampir 20 persen dalam sepekan ke level Rp8.150 per unit, mencerminkan sentimen positif pasar terhadap prospek sektor tambang di tengah kenaikan harga komoditas logam dunia belakangan ini.

Selain itu, saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) milik pengusaha Happy Hapsoro dilepas asing sekitar Rp227,67 miliar, diikuti PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) milik MNC Group senilai Rp90,65 miliar, serta PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) milik Grup Humpuss sebesar Rp85,30 miliar. Saham HUMI bahkan masih mampu menguat lebih dari 10 persen dalam periode tersebut.

Aksi jual besar juga terjadi pada saham bank pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net foreign sell sekitar Rp1,16 triliun, seiring koreksi harga sahamnya lebih dari 6 persen ke Rp4.760 per unit dalam periode tersebut.

Secara keseluruhan, aksi jual asing pada saham-saham konglomerasi ini terjadi di tengah kondisi pasar yang tetap kondusif.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, secara agregat aliran dana asing bersih (net foreign buy) di pasar reguler justru mencapai Rp1,62 triliun selama sepekan terakhir.

Sejalan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,16 persen dalam sepekan dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di level 9.002,92 pada perdagangan intraday 8 Januari 2026.

KB Valbury Sekuritas menilai, stabilitas makroekonomi menjadi faktor utama yang menopang pergerakan pasar saham Indonesia.

Sentimen positif datang dari rilis data inflasi Desember 2025 yang tetap terkendali di level 2,92 persen secara tahunan (year on year).

Selain itu, cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi USD156,5 miliar turut memperkuat persepsi stabilitas eksternal dan ketahanan ekonomi nasional.

KB Valbury Sekuritas juga mencatat, meningkatnya tensi geopolitik menyusul langkah agresif Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela tidak memberikan dampak signifikan terhadap pasar modal Indonesia. Sebaliknya, situasi tersebut justru mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam di pasar global.

Kenaikan harga komoditas tersebut menjadi sentimen tambahan bagi pasar domestik, terutama saham-saham berbasis sumber daya alam (SDA). (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penetapan Awal Ramadhan 2026 Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Berbeda
• 4 jam lalukompas.com
thumb
3 Zodiak yang Sering Stalking Mantan
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Kolaborasi di Sektor Bioenergi Percepat Pencapaian Target Cofiring PLTU
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tanah longsor terjadi di Kudus akibatkan tiga rumah warga terdampak
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.