Pantau - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar pembekalan tata kelola keuangan kepada para pegawainya di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (11/1), sebagai langkah strategis untuk memperkuat percepatan pembangunan IKN yang didanai APBN 2026.
Fokus pada Penguatan Kapasitas dan Penyerapan AnggaranKepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembekalan ini bertujuan agar pengelolaan APBN 2026 dilakukan secara efektif, akuntabel, dan selaras dengan prioritas nasional.
"Pembekalan ini penting untuk menyatukan pemahaman antar unit kerja dalam mengelola anggaran secara tepat sasaran," ia mengungkapkan.
APBN 2026 mengalokasikan dana sebesar Rp6 triliun khusus untuk pembangunan IKN.
Anggaran tersebut dikelola oleh enam satuan kerja (satker) dan 24 pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan Otorita IKN.
Pembekalan ini juga merespons arahan Menteri Keuangan agar penyerapan anggaran dilakukan lebih cepat dan efisien.
Basuki menambahkan bahwa penguatan kapasitas pegawai menjadi kunci agar sistem keuangan yang dibangun tidak hanya transparan, tetapi juga berdampak nyata di lapangan.
Komitmen terhadap Transparansi dan Percepatan PembangunanOtorita IKN menyatakan komitmennya untuk mengarahkan setiap rupiah dari APBN 2026 demi mendukung pembangunan kota masa depan Indonesia secara optimal.
"Setiap rupiah harus memberikan hasil yang mempercepat pembangunan IKN," ungkap Basuki.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola keuangan yang andal, mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap proses pembangunan IKN.



