DUNIA musik internasional kehilangan salah satu ikon besarnya. Bob Weir, gitaris legendaris sekaligus salah satu pendiri band Grateful Dead, meninggal dunia pada usia 78 tahun. Musisi yang menjadi pilar aliran psychedelic rock asal California ini mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit kanker dan gangguan paru-paru.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu waktu setempat. Unggahan tersebut menyebutkan Weir berpulang dengan damai di kelilingi oleh orang-orang terkasihnya.
"Tidak ada tirai terakhir di sini, tidak juga sesungguhnya. Yang ada hanyalah perasaan seseorang yang berangkat lagi," bunyi takarir dalam unggahan tersebut, mencerminkan pandangan filosofis sang musisi terhadap kehidupan.
Pihak keluarga menyampaikan Weir sangat bertekad agar katalog musik dan warisannya tetap hidup melampaui usianya. "Ia sering berbicara tentang warisan tiga ratus tahun, bertekad untuk memastikan kumpulan lagu ini akan bertahan lama setelah dirinya. Semoga impian itu terus hidup melalui generasi masa depan Dead Heads (sebutan penggemar Grateful Dead)."
Enam Dekade Mewarnai Belantika MusikKarier Bob Weir membentang selama lebih dari 60 tahun. Titik baliknya dimulai tahun 1965 saat ia mendirikan Grateful Dead. Dalam beberapa tahun saja, mereka menjadi kekuatan utama dalam gerakan kontra-budaya di San Francisco.
Gaya musik Grateful Dead secara drastis ikut membentuk wajah musik rock dengan memadukan unsur psikadelia, budaya obat-obatan tahun 1960-an, serta nuansa musik folk dan Americana. Mereka diakui sebagai salah satu pionir jam band di dunia. Atas kontribusinya, Grateful Dead dilantik ke dalam Rock and Roll Hall of Fame pada 1994 dan menerima Lifetime Achievement Award dari Grammy pada 2007.
Meskipun Grateful Dead secara resmi berhenti pada 1995 setelah kematian rekan pendirinya, Jerry Garcia, Weir tetap aktif dalam berbagai proyek turunannya, termasuk Dead & Company yang sempat mengadakan residensi di Las Vegas Sphere pada 2024 dan 2025.
Perlawanan Terakhir Terhadap KankerBob Weir didiagnosis menderita kanker pada bulan Juli lalu. Meskipun sedang menjalani perawatan, ia tetap menunjukkan dedikasi luar biasa dengan terus tampil di atas panggung.
"Pertunjukan-pertunjukan itu, penuh emosi, jiwa, dan cahaya, bukanlah sebuah perpisahan, melainkan hadiah. Sebuah tindakan ketahanan. Seorang seniman yang memilih, bahkan saat itu, untuk terus berjalan sesuai keinginannya sendiri," tulis pihak keluarga. Unggahan tersebut juga menambahkan bahwa ia sempat dinyatakan sembuh dari kanker sebelum akhirnya meninggal dunia.
Penghormatan mengalir deras dari sesama musisi. Gedung Empire State di New York City bahkan menyalakan lampu berwarna tie-dye (corak khas psikadelik) untuk mengenang sang legenda. Gitaris Guns N' Roses, Slash, mengunggah foto Weir dengan emoji hati retak, sementara mantan gitaris Eagles, Don Felder, mengenang pertemuan pertama mereka di Woodstock.
Mantan juru bicara Weir, Dennis McNally, mengatakan kepada BBC News bahwa Weir adalah sosok dengan selera humor yang unik. "Jalanan adalah hidupnya, dan musik adalah hidupnya. Bermain dan melayani musik adalah alasan ia dilahirkan ke bumi, dan ia melakukannya hingga akhir." (BBC/Z-2)





