Pernah Cium Bau Aneh Sebelum Pesawat Lepas Landas? Ini Penjelasannya

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pernah mencium aroma aneh di kabin pesawat tepat sebelum lepas landas? Momen ini biasanya terjadi saat traveler terbang di musim dingin.

Bau tersebut kerap digambarkan seperti sirup maple, permen kapas, atau bahkan minuman bersoda. Lantas, dari mana kah bau tersebut berasal? Ini penjelasannya menurut pramugari.

Dilansir Reader Digest, menurut pramugari JetBlue berpengalaman lebih dari 10 tahun, Loretta Hill, banyak penumpang merasa cemas ketika mendengar suara keras seperti semburan dan mencium aroma asing dari luar pesawat. Namun, fenomena tersebut sepenuhnya normal. Itu ternyata merupakan bagian penting dari sistem keselamatan penerbangan, terutama saat musim dingin.

“Menjelaskan apa yang sedang terjadi sangat membantu menenangkan penumpang,” kata Hill.

Asal-usul Bau Manis Itu

Bau tersebut berasal dari cairan de-icing, cairan khusus yang digunakan untuk membersihkan es, salju, dan embun beku dari sayap dan permukaan pesawat sebelum terbang. Cairan ini sangat vital bagi keselamatan penerbangan musim dingin.

Instruktur pilot sekaligus pendiri Icarus Jet, Kevin Singh, menjelaskan bahwa jika pesawat tidak dibersihkan dari es dengan benar, aliran udara di atas sayap akan terganggu, sehingga pesawat tidak dapat menghasilkan daya angkat yang cukup.

“Situasi ini sangat berbahaya dan bisa berujung pada kecelakaan,” ujarnya.

Singh merujuk pada tragedi Air Florida Flight 90 tahun 1982, yang jatuh tak lama setelah lepas landas akibat kontaminasi es, menewaskan 78 dari 85 orang di dalamnya. Peristiwa itu mengubah standar keselamatan musim dingin di seluruh dunia.

Aroma khas tersebut berasal dari propylene glycol, bahan utama cairan de-icing. Zat ini merupakan senyawa berbasis alkohol yang juga digunakan dalam makanan, obat-obatan, dan produk lainnya. Itulah sebabnya baunya sering terasa familiar dan tidak menyengat.

Namun, dalam kondisi tertentu, cairan ini juga dapat menimbulkan bau tak sedap, seperti bawang mentah, tergantung formulasi, suhu, dan interaksinya dengan komponen pesawat.

Apakah Aman Jika Terhirup?

Singh memastikan bahwa cairan tersebut tidak beracun dan aman terhirup dalam jumlah kecil yang masuk ke kabin. Meski baunya bisa cukup kuat, efeknya hanya sementara dan biasanya hilang dalam beberapa menit setelah lepas landas.

Pesawat modern juga dilengkapi sistem penyaringan udara HEPA, yang dengan cepat membersihkan udara kabin dari sisa aroma.

Pengalaman ini umumnya hanya terjadi di wilayah bersuhu dingin ketika terdapat risiko pembentukan es di permukaan pesawat. Penumpang di wilayah tropis atau musim panas hampir tidak pernah mengalaminya.

Biasanya, aroma tersebut hanya bertahan beberapa menit saat pesawat masih di darat dan pada awal penerbangan.

“Dengan sistem filtrasi modern, bau itu akan segera hilang,” ujar Singh.

Hill menambahkan bahwa memahami proses ini dapat membantu penumpang merasa lebih tenang.

“Mengetahui apa yang normal membuat pengalaman terbang jauh lebih nyaman dan tidak menegangkan,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tarif Transjakarta Tetap Rp3.500 Lho! Pramono: Pada Saatnya Saya Akan Umumkan Sendiri
• 8 jam laludisway.id
thumb
Tingkat Pengangguran AS Melambat ke 4,4% per Akhir 2025
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhaj Tingkatkan Profesionalisme Petugas Haji 2026 dengan Pelatihan Intensif
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pulau Sebesi sebagai Destinasi Geowisata Edukatif
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Tambang Ilegal di Kaki Merapi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.