Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tiang monorel mangkrak yang berdiri sejak 2004 di sepanjang Jalan Rasuna Said Jakarta Selatan segera dibongkar.
Pembongkaran dimulai pekan depan sebagai bagian dari penataan besar-besaran kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Ia menyebut, proyek monorel yang tak pernah tuntas itu selama ini menjadi beban bagi Gubernur DKI 2007–2012, Sutiyoso (Bang Yos).
“Minggu depan ini, monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004 kita bongkar. Dan saya berharap Bang Yos supaya tidurnya bisa lebih nyenyak, karena monorel itu rupanya bagi beliau menjadi beban pribadi, ” ujar Pramono saat menghadiri Haul ke-85 Mohammad Husni Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).
Anggaran Rp 100 M Bukan Hanya Buat Bongkar Tiang MangkrakPolitikus PDIP ini menegaskan pembongkaran tiang monorel bukan sekadar meruntuhkan struktur yang sudah bertahun-tahun mangkrak, tetapi sekaligus merapikan kawasan dan memperbaiki infrastruktur jalan.
“Rp 100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan, dan sebagainya. Biaya keseluruhan untuk memperbaiki Jalan Rasuna Said itu angkanya Rp 100 miliar. Kalau bongkar saja, kecil banget lah harganya,” jelasnya.
Pramono berencana mengundang Sutiyoso saat proses pembongkaran dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penutup fase panjang polemik monorel Jakarta.
“Maka minggu depan ini kita akan undang Bang Yos, untuk hadir supaya monorel itu kita bersihkan, jalannya kita rapikan,” katanya.
Pembongkaran tiang monorel menjadi salah satu langkah Pramono dalam melanjutkan dan merapikan berbagai pekerjaan besar Jakarta yang tertunda sejak era pemerintahan sebelumnya. Ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan lama dan memperbaiki tata kota agar Jakarta semakin tertata dan fungsional.




