BTN dan Pos Indonesia Gandeng Rumah Zakat, Salurkan Donasi untuk Pemulihan Korban Bencana Aceh dan Sumatra

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Di tengah rangkaian aktivasi bisnis dan transformasi layanan keuangan digital yang digelar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), bersama PT Pos Indonesia (Persero), terselip satu pesan penting yang tidak kalah kuat: kehadiran empati dan tanggung jawab sosial di saat masyarakat menghadapi krisis.
 
Melalui kolaborasi kemanusiaan tersebut, BTN dan Pos Indonesia menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penyaluran bantuan dipercayakan kepada Rumah Zakat, lembaga kemanusiaan nasional yang selama ini aktif dalam penanganan bencana dan pemulihan masyarakat pascabencana di berbagai wilayah Indonesia.
 
Bantuan ini tidak difokuskan pada respons darurat semata, melainkan diarahkan untuk fase pemulihan, sebuah tahap yang kerap luput dari perhatian publik namun justru menjadi penentu bagi keberlangsungan hidup masyarakat terdampak.
 

Baca Juga :

Pos Indonesia dan BTN Rebranding Layanan Bersama Jadi Tabungan BTN Pos
  Fase Pemulihan: Tahap Krusial Pasca Bencana  
Chief Finance and Operation Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda, menjelaskan bahwa dana amanah dari BTN dan Pos Indonesia akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, fase pemulihan merupakan tahap krusial yang kerap luput dari perhatian, padahal justru menentukan keberlanjutan kehidupan masyarakat pascabencana.


(Foto:Dok.PosIND)
 
“Hari ini kami mendapatkan amanah dan kepercayaan dari BTN dan Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta bagi saudara-saudara kita di Sumatera. Fokus kami adalah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terutama untuk mendukung fase pemulihan,” ujar Murni.
 
Menurut Murni, fase pemulihan sering kali menjadi periode terberat bagi korban bencana. Ketika sorotan publik mulai mereda dan bantuan darurat berkurang, masyarakat justru dihadapkan pada kebutuhan yang lebih kompleks, mulai dari tempat tinggal sementara, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga upaya memulihkan roda kehidupan sehari-hari.
 
“Pada tahap ini, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan darurat. Mereka membutuhkan dukungan untuk mulai membangun kembali kehidupan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.


(Foto:Dok.PosIND)
 
Karena itu, Rumah Zakat memprioritaskan penyaluran bantuan dalam bentuk hunian sementara serta perlengkapan kebutuhan dasar, agar keluarga terdampak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak.
  Rumah Zakat dan Jejak Panjang Aksi Kemanusiaan  
Sebagai lembaga filantropi yang telah lama bergerak di bidang kemanusiaan, Rumah Zakat memiliki pengalaman panjang dalam menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di Indonesia. Mulai dari gempa bumi, banjir, longsor, hingga erupsi gunung api, Rumah Zakat dikenal dengan pendekatan respons cepat, terukur, dan berkelanjutan.
 
Dalam setiap penanganan bencana, Rumah Zakat tidak hanya hadir di fase awal, tetapi juga mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan. Pendekatan ini mencakup pembangunan hunian sementara, distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga program pemulihan ekonomi berbasis komunitas.


(Foto:Dok.PosIND)
 
Murni menegaskan bahwa kolaborasi dengan BTN dan Pos Indonesia memperkuat upaya tersebut, terutama dari sisi jangkauan dan efektivitas distribusi bantuan.
 
“Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana jaringan layanan keuangan dan logistik nasional dapat digerakkan secara cepat dan terukur ketika negara membutuhkan kehadiran nyata di lapangan,” ujarnya.
  Sinergi Lintas Institusi untuk Dampak yang Lebih Luas  
Murni juga mengapresiasi komitmen BTN dan Pos Indonesia yang tetap menghadirkan dimensi sosial di tengah agenda transformasi bisnis dan layanan digital.
 
“Kami sangat mengapresiasi BTN dan Pos Indonesia yang, di tengah agenda bisnis dan aktivasi layanan, tetap menunjukkan empati kepada masyarakat terdampak bencana. Ini contoh kolaborasi yang tidak hanya bicara transaksi, tetapi juga nilai kemanusiaan,” kata Murni.


(Foto:Dok.PosIND)

Menurutnya, sinergi lintas institusi semacam ini menjadi kunci dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
 
Khusus dengan Pos Indonesia, Rumah Zakat juga memiliki pengalaman kolaborasi sebelumnya, terutama dalam penyaluran zakat dan dana sosial melalui jaringan kantor pos.
 
“Dengan Pos Indonesia, kami sudah beberapa kali berkolaborasi. Jaringan kantor pos sangat membantu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah. Ini mempercepat distribusi bantuan dan memastikan tidak ada wilayah yang terlewat,” ujar Murni.
 

Baca Juga :

Pantau Penyaluran BLT Kesra di Hari Terakhir, Mensos Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
  Kemanusiaan sebagai Bagian dari Pembangunan Berkelanjutan  
Lebih jauh, Murni menekankan bahwa aksi kemanusiaan tidak bisa dipisahkan dari upaya pembangunan berkelanjutan. Bantuan yang tepat sasaran dan berorientasi pemulihan akan membantu masyarakat bangkit lebih cepat dan mengurangi dampak sosial jangka panjang akibat bencana.


(Foto:Dok.PosIND)

“Bantuan ini tidak hanya bersifat jangka pendek. Kami ingin memastikan keluarga terdampak bisa mulai bangkit, kembali produktif, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak,” katanya.
 
Melalui peran Rumah Zakat sebagai penyalur, kolaborasi BTN dan Pos Indonesia tidak hanya menjadi simbol solidaritas, tetapi juga aksi nyata yang menjangkau lapisan masyarakat paling rentan.
 
Di tengah tantangan kebencanaan yang terus berulang, kerja sama seperti ini menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi, transformasi digital, dan kemajuan layanan keuangan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kemanusiaan. Rumah Zakat, dengan jejaring dan pengalamannya, hadir sebagai jembatan antara niat baik para pemangku kepentingan dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
SIM Keliling Jakarta pada Minggu 11 Januari 2025: Hanya Buka 2 Lokasi, Catat Alamatnya
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Curah Hujan Tinggi, Kawasan Industri Cikande Serang Banjir
• 7 jam laludetik.com
thumb
Kebakaran di Tambora, Hanguskan 14 Rumah dan Gudang Konveksi
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Heboh! Sintya Marisca Mendadak Pamer Cincin di Jari Manis dan Gandeng Pria Misterius
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.