4 Mata Uang Negara Ini Paling Tersiksa Lawan Dolar AS

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Uang kertas shilling Kenya. (SIMON MAINA / AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah mata uang negara Afrika diproyeksikan masih berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini terjadi menyusul dengan kuatnya permintaan dolar di pasar global.

Pelaku pasar menilai mata uang Ghana, Uganda, dan Zambia berpotensi melemah, sementara shilling Kenya diprediksi cenderung stabil dalam sepekan ke depan.


Baca: Harganya Naik Gila-gilaan, Kilau Emas Geser Dominasi Surat Utang AS

1. Ghana

Mata uang Ghana yakni cedi, diperkirakan akan terus berada di bawah tekanan seiring meningkatnya permintaan valuta asing dari sektor energi dan jasa, serta investor portofolio asing.

Data LSEG menunjukkan cedi diperdagangkan di level 10,70 per dolar AS, melemah dibandingkan penutupan 10,45 per dolar AS pada Kamis lalu.

Kepala Perdagangan Absa Bank Ghana Andrews Akoto mengatakan permintaan valuta asing dari rekening korporasi domestik diperkirakan menguat dalam beberapa sesi mendatang seiring kembalinya aktivitas bisnis usai libur.

Ia menambahkan masih terdapat permintaan dolar yang belum terpenuhi dari lelang bank sentral pada Selasa lalu yang mencatat lebih dari US$350 juta dalam penawaran, dibandingkan dengan total penawaran US$125 juta.

"Hal ini dapat memicu penguatan dolar dalam sesi mendatang," ujar Akoto dikutip dari Reuters, Minggu (11/1/2026).

Baca: Kalah dari Baht & Dong, Rupiah Masuk Tiga Terlemah Asia

2. Uganda

Mata uang shilling Uganda diperkirakan bergerak dengan kecenderungan melemah dalam beberapa pekan ke depan. Kekhawatiran pasar terhadap potensi kekerasan terkait pemilu dinilai dapat menggerus kepercayaan terhadap mata uang tersebut.

Bank-bank komersial mengutip nilai tukar shilling di kisaran 3.570/3.580 per dolar AS, menguat dibandingkan penutupan Rabu lalu di level 3.615/3.625 per dolar AS.

"Ada sedikit ketidakpastian dan kekhawatiran seputar pemilu dalam hal apakah akan terjadi kerusuhan ... yang akan memukul kepercayaan," kata seorang pedagang valuta asing independen di Kampala.

3. Zambia

Mata uang kwacha Zambia diperkirakan akan mengalami volatilitas minggu depan karena peningkatan permintaan mata uang asing yang diantisipasi dan berkurangnya pasokan.

Bank-bank komersial mengutip mata uang negara produsen tembaga terbesar kedua di Afrika tersebut di level 20,05 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi 22,35 per dolar AS pada Jumat pekan lalu.

Baca: Bos Toyota Kasih Wanti-Wanti & Sebut Bom Waktu, Pertanda Apa?

Kwacha mencatatkan kenaikan setelah perusahaan-perusahaan melepas simpanan dolar menyusul arahan bank sentral pada akhir Desember yang membatasi penggunaan valuta asing dalam transaksi domestik, kata Access Bank.

"Momentum ini berpotensi menghadapi beberapa hambatan jangka pendek sekitar pertengahan Januari karena perekonomian secara keseluruhan kembali ke kapasitas penuh dan permintaan dolar korporasi yang tertahan muncul kembali," tambahnya.

4. Kenya

Shilling Kenya diproyeksikan relatif stabil pada pekan depan seiring dibukanya kembali aktivitas bisnis.

Mata uang tersebut diperdagangkan di kisaran 128,85/129,15 per dolar AS, dibandingkan penutupan Rabu lalu di sekitar 128,90 per dolar AS.


(ven/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Begini Jatuh-angun Rupiah di 2025 & Proyeksinya di 2026!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
TKA dan Kesehatan Mental Siswa
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Greenland Tolak Rencana Akuisisi Trump: “Kami Tidak Ingin Jadi Orang Amerika”
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Profil Denada, Penyanyi yang Rela Jual Aset dan Tolak Donasi demi Pengobatan Anak
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Jerman Perketat Aturan Hukum untuk Berantas Manipulasi Foto Lewat AI
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Megawati Berikan Kado Istimewa di HUT ke-53 PDIP, Apa Itu?
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.