Telkomsel menuntaskan pemulihan seluruh infrastruktur jaringan telekomunikasi di Provinsi Aceh pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari kolaborasi Satuan Tugas (Satgas) DPR RI bersama kementerian terkait melalui program GALAPANA.
Hingga 11 Januari 2026, 99,9 persen BTS Telkomsel di Aceh telah berhasil dipulihkan. Sementara itu, tingkat kestabilan layanan jaringan telah mencapai hampir 90 persen, dengan kondisi layanan di lapangan masih bergantung pada stabilitas pasokan listrik di masing-masing wilayah terdampak.
Dalam penanganan bencana berskala besar ini, keterlibatan Telkomsel difokuskan pada tiga aspek utama yang saling terintegrasi. Pertama pemulihan dan jaringan, dukungan digitalisasi data terpadu. Kedua, dukungan logistik dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ketiga aspek tersebut dijalankan secara terintegrasi untuk mendukung efektivitas koordinasi penanganan bencana bersama Satgas DPR RI dan Kementerian.
Pemulihan jaringan di Aceh dilakukan secara bertahap dan terukur sejak awal bencana. Telkomsel mengedepankan keselamatan tim di lapangan, sekaligus menyesuaikan dengan kondisi akses serta kesiapan infrastruktur pendukung di setiap lokasi. Hingga kini, tantangan utama yang masih dihadapi adalah fluktuasi pasokan listrik di sejumlah wilayah, yang turut memengaruhi optimalisasi kualitas layanan.
Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menegaskan bahwa pemulihan jaringan menjadi prioritas utama untuk mendukung aktivitas masyarakat dan proses koordinasi penanganan bencana.
“Siang hari ini seluruh BTS Telkomsel di Aceh telah berhasil kami pulihkan. Fokus kami saat ini adalah menjaga dan meningkatkan kestabilan layanan seiring dengan membaiknya pasokan listrik di wilayah terdampak, agar konektivitas tetap mendukung kebutuhan masyarakat dan proses pemulihan,” ujar Nugroho.
Untuk mempercepat dan menjaga kualitas pemulihan jaringan, Telkomsel mengoperasikan berbagai perangkat pendukung. Di antaranya lima unit Compact Mobile BTS (Combat) yang digunakan untuk memperkuat cakupan jaringan di lokasi terdampak dan kawasan hunian sementara (huntara), serta 316 unit genset sebagai sumber pasokan listrik cadangan.
Melalui sinergi bersama Satgas DPR RI dan kementerian dalam program GALAPANA, Telkomsel memastikan pemantauan dan optimalisasi jaringan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan juga terus diperkuat agar layanan komunikasi tetap andal dan dapat diandalkan masyarakat selama masa pemulihan pascabencana di Aceh.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F07%2Fb2400e5f0ecc62c03ef0cc46198a8000-FAK_0698.jpg)
