Pengamat Sebut Mispersepsi Biaya Pembongkaran Tiang Monorel

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerhati Jakarta Sugiyanto meluruskan mispersepsi publik terkait anggaran pembongkaran 109 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Sugiyanto menegaskan bahwa biaya murni untuk merobohkan tiang-tiang mangkrak tersebut hanya berkisar di angka Rp300 juta, jauh di bawah isu Rp100 miliar yang berkembang di masyarakat.

"Terjadi mispersepsi di masyarakat. Seolah-olah biaya pembongkaran 109 tiang monorel mencapai Rp100 miliar. Padahal, angka itu merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara terpadu, bukan hanya pembongkaran tiang," kata Sugiyanto di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 11 Januari 2026.
 

Baca Juga :

Viral WNA Pamer Alat Kelamin di Blok M, Pramono: Hukum Seberat-beratnya!

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) ini merinci secara teknis bahwa harga satuan pembongkaran beton lazimnya berkisar Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik. Dengan total 109 tiang yang memiliki estimasi volume 3-5 meter kubik per tiang, maka total biaya pembongkaran fisik secara rasional hanya berada di angka Rp120 juta hingga maksimal Rp300 juta.

Sugiyanto menilai kehebohan angka Rp100 miliar muncul karena masyarakat hanya membaca judul berita tanpa mencermati isi secara utuh. Padahal, anggaran jumbo tersebut diperuntukkan bagi paket pekerjaan menyeluruh yang mencakup perbaikan drainase, penataan trotoar ramah disabilitas, pengaspalan badan jalan, hingga penataan utilitas dan marka jalan di koridor Rasuna Said.


Tiang monorel yang mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka.

"Artinya, anggaran sekitar Rp100 miliar itu masuk akal karena digunakan untuk banyak pekerjaan sekaligus. Pembongkaran tiang monorel hanya sebagian kecil saja, sisanya untuk penataan trotoar dan badan jalan agar kawasan menjadi lebih tertata," jelas Sugiyanto.

Ia pun menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam menata wajah Ibu Kota. Sugiyanto berharap masyarakat memahami bahwa proyek ini bertujuan menjadikan kawasan HR Rasuna Said lebih manusiawi dan fungsional melalui pembersihan tiang mangkrak yang sudah lama mengganggu estetika kota.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pesan Pramono ke Fauzi Bowo: Bikin Semua Majelis Betawi Bersatu, Egaliter
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Warga Aceh dari Bireuen hingga Tamiang Minta Hunian Tetap, Tak Mau Sementara
• 12 jam laludisway.id
thumb
Ketika Pohon Mengubah Cara Warga Menikmati Ruang Publik
• 2 jam laluinsertlive.com
thumb
Ekonomi Indonesia Diproyeksikan tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Honda Pamerkan Deretan Mobil Sport dan Trail di Tokyo Auto Salon 2026, Termasuk Prototipe Listrik dan HRC Concept
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.