Ekonomi Indonesia Diproyeksikan tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global

mediaindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang masih membayangi, perekonomian Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan yang relatif solid. Bahkan, Indonesia dipandang mampu terus bergerak maju dibandingkan banyak negara lain. Penilaian tersebut disampaikan Great Institute dalam konferensi pers bertajuk Melangkah Maju di Tengah Ketidakpastian di Jakarta, Sabtu (10/1).

Konferensi pers ini merupakan bagian dari pemaparan Economic Outlook 2026 Great Institute yang mengulas dinamika ekonomi global, kinerja ekonomi nasional sepanjang 2025, serta proyeksi dan agenda transformasi ekonomi Indonesia pada 2026.

Direktur Eksekutif Great Institute, Sudarto, menilai ekonomi Indonesia dapat dikategorikan sebagai anomali positif di tengah turbulensi global. Saat perekonomian dunia masih diliputi ketidakpastian, Indonesia dinilai mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen.

“Di saat dunia menghadapi ketidakpastian yang tinggi, bahkan krisis, Indonesia masih mampu tumbuh secara sehat. Ini merupakan capaian yang patut dicermati,” ujar Sudarto.

Menurutnya, ketidakpastian global dipicu oleh berlapis faktor geopolitik dan geoekonomi, mulai dari konflik Rusia–Ukraina, ketegangan Tiongkok–Taiwan, dinamika politik Amerika Serikat di Amerika Latin, hingga konflik di Laut China Selatan. Situasi tersebut diperparah fragmentasi perdagangan global, meningkatnya proteksionisme, serta risiko perubahan iklim dan bencana.

Meski demikian, Sudarto menilai kepemimpinan nasional berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Ia menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi faktor kunci dalam memastikan konsistensi kebijakan di tengah situasi global yang bergejolak.

“Dalam kondisi penuh ketidakpastian, kepemimpinan nasional menjadi penentu. Konsistensi kebijakan dan keberanian mengambil keputusan strategis membuat ekonomi nasional tetap bergerak maju,” katanya.

Optimisme Great Institute juga ditopang oleh mulai dirasakannya dampak sejumlah program prioritas pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah menjangkau sekitar 53,4 juta penerima, dinilai memberi efek pengganda bagi perekonomian melalui penguatan rantai pasok pangan dan penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan mencapai sekitar 82.000 unit pada 2026. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus menopang perekonomian nasional.

Great Institute menilai dunia pada 2026 masih berada dalam rezim ketidakpastian tinggi. Ketegangan geopolitik, fragmentasi rantai pasok, serta kebijakan moneter ketat di negara-negara maju mendorong dunia usaha global bersikap wait and see.

Namun, Indonesia dinilai tetap menjadi salah satu ‘titik terang’ stabilitas di tengah badai global. Sejumlah lembaga internasional masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5% pada 2026, dengan inflasi yang relatif terkendali.

Great Institute sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,3%-5,6%. Proyeksi tersebut mencerminkan optimisme terukur, dengan catatan stabilitas kebijakan terjaga dan implementasi program prioritas berjalan efektif. (E-3)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ratusan Siswa di Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Disetop Sementara
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polda Jatim Proses Hukum Tersangka Pelecehan Santriwati di Bangkalan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Hanya Butuh Sekitar 308 Juta Tahun untuk Menyamai Kekayaan Elon Musk
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Link Live Streaming Persib vs Persija: Duel Rebutan Pemuncak Klasemen di GBLA Sore Ini
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kaesang Ingin Jateng Jadi Kandang Gajah
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.