FAJAR, MAROS — Debit air di Bendung Lekopancing di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, saat ini berada pada status waspada, Minggu, 11 Januari 2026.
Petugas Operasional Bendung Lekopancing, M Syamsir, mengatakan saat ini ketinggian muka air di mercu atau limpasan tercatat sekitar 70 sentimeter di atas mercu dengan debit mencapai 130.919 liter per detik.
“Untuk intake, tinggi muka air juga 70 sentimeter dengan debit air yang masuk ke pintu pengambilan atau intake sekitar 2.679 liter per detik,” katanya Minggu, 11 Januari 2026.
Secara keseluruhan, debit Sungai Lekopancing tercatat sebesar 133.598 liter per detik.
“Kondisi sungai saat ini berada pada status waspada,” sebutnya.
Dia menjelaskan jika debit air normal, ketinggiannya sekitar 0-50 CM di atas mercu.
Kemudian status waspada ditetapkan apabila ketinggian air berada di 50-100 CM di atas mercu.
Sedangkan status siaga jika air berada 100-200 CM di atas mercu dan jika lebih dari 200 CM maka status menjadi awas.
Syamsir menjelaskan, kondisi sungai sebelumnya sempat mengalami peningkatan signifikan pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 Wita, status sungai naik menjadi siaga setelah tinggi muka air melampaui 1 meter.
“Puncaknya terjadi sekitar pukul 15.00 Wita dengan ketinggian muka air mencapai 1,75 meter, masih dalam status siaga,” ungkapnya.
Namun setelah itu, debit air berangsur turun hingga kembali ke level 70 sentimeter dan ditetapkan pada status waspada hari ini.
Dia juga menjelaskan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pengelola bendung wajib melakukan pengamanan bangunan saat terjadi peningkatan debit air.
“Jika level air naik, kami harus menutup atau menurunkan bukaan pintu pengambilan (intake) untuk keamanan bendung. Selain itu, kami juga melakukan pelaporan debit sungai ke posko induk setiap satu jam,” jelasnya.
Tingginya debit air di Bendung Lekopancing disebabkan tingginya intensitas hujan yang melanda beberapa hari terakhir.
Diperkirakan debit air masih akan terus bertambah apalagi diperkirakan hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di Kabupaten Maros.(rin)




