Damaskus: Militer Amerika Serikat menyatakan telah melancarkan sejumlah serangan udara di Suriah sepanjang Sabtu kemarin yang menargetkan kelompok militan Islamic State (ISIS). Operasi ini merupakan bagian dari aksi militer yang diluncurkan Washington sejak Desember lalu, menyusul serangan yang menewaskan personel Amerika.
Dalam pernyataannya, Komando Pusat AS US Central Command (CENTCOM) menyebut serangan dilakukan terhadap target ISIS di berbagai wilayah Suriah pada Sabtu siang waktu AS. Namun, tidak dijelaskan apakah ada korban jiwa akibat serangan tersebut. Departemen Pertahanan AS juga tidak memberikan rincian tambahan.
Dikutip dari India Today, Minggu, 11 Januari 2026, serangan terbaru ini merupakan bagian dari operasi yang dimulai bulan lalu setelah militan ISIS menewaskan personel militer AS di Suriah. Dalam insiden pada 13 Desember tersebut, dua tentara Amerika dan seorang penerjemah sipil dilaporkan tewas.
Amerika Serikat saat ini masih menempatkan sekitar 1.000 personel militernya di Suriah. Dalam beberapa bulan terakhir, koalisi pimpinan AS secara intensif melakukan serangan udara dan operasi darat terhadap target ISIS, kerap bekerja sama dengan aparat keamanan Suriah. Konteks Politik Suriah Pascaperang Suriah kini dipimpin oleh mantan kelompok pemberontak yang menggulingkan Presiden Bashar al-Assad pada 2024, setelah perang saudara selama 13 tahun. Pemerintahan baru tersebut mencakup unsur-unsur bekas afiliasi Al-Qaeda Suriah yang telah memutus hubungan dengan jaringan tersebut dan sebelumnya terlibat bentrokan dengan ISIS.
Suriah juga dilaporkan meningkatkan kerja sama dengan koalisi pimpinan AS dalam memerangi ISIS. Kesepakatan kerja sama dicapai pada akhir tahun lalu, bertepatan dengan kunjungan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa ke Gedung Putih.
Baca juga: AS Lancarkan Serangan Mematikan ke ISIS di Nigeria Barat Laut



