Pesan Wamenhaj Dahnil Anzar di Diklat Petugas Haji 2026, Luruskan Niat dan Siap Melayani

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID– Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan peringatan keras kepada ribuan calon Petugas penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 agar menanggalkan seluruh atribut jabatan dan gelar selama bertugas.

Penegasan ini disampaikan dalam stadium general pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1/2026).

Dahnil menekankan bahwa esensi menjadi petugas haji adalah melayani, bukan dilayani.

BACA JUGA:Diklat PPIH 2026, Irjen Kemenhaj: Haji 90 Persen Ibadah Fisik, Petugas Harus Lebih Kuat dan Berintegritas

Ia meminta 1.500 peserta diklat yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi hingga personel TNI/Polri, untuk meluruskan niat sejak hari pertama pelatihan.

"Saya mau tegaskan hari ini, luruskan niat dulu. Anda masuk ke sini artinya siap mengikuti aturan Kementerian Agama. Kalau tidak mau ikut diklat 20 hari, silakan ganti dengan yang siap. Ada jutaan orang di luar sana yang mengantre ingin jadi petugas," ujar Dahnil dengan nada tegas di hadapan para peserta.

Dalam arahannya, Dahnil menyoroti pentingnya meruntuhkan ego pribadi, terutama bagi peserta yang memiliki posisi mentereng di instansi asalnya.

Menurutnya, karakter pelayan jemaah yang tangguh tidak akan terbentuk jika seseorang masih merasa lebih tinggi dari yang lain.

Ia bahkan memberikan contoh pengalaman pribadinya saat mengikuti pelatihan di Magelang.

BACA JUGA:Kemenhaj Ingatkan PK Haji Khusus Bagian Mekanisme Resmi, Nilai Manfaat Hak Jemaah

"Di sini Anda bukan pejabat. Buang semua atribut jabatan atau gelar. Wakil Menteri saja diklatnya di Magelang tidur di tenda. Jadi kalau Bapak Ibu tidak tidur di tenda, itu sudah bersyukur. Jangan ada lagi yang merasa sok hebat," tambahnya.

Penyelenggaraan diklat tahun ini mencetak sejarah sebagai pelatihan petugas haji dengan durasi terlama, yakni 20 hari.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Haji dan Umrah, TNI, Polri serta Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Hadir dalam acara tersebut Dirjen Strategi Pertahanan (Strathan) Kemhan Mayjen TNI Ujang Darwis beserta jajaran perwira tinggi TNI lainnya.

BACA JUGA:Menhaj RI Tegaskan Haji 2026 Tepat Waktu, Layanan Berkualitas dan Perlindungan Jemaah Diperkuat

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kebakaran di Tambora, Hanguskan 14 Rumah dan Gudang Konveksi
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Ada Galian Saluran Air, Jalan Haji Nawi Jaksel Berlaku Satu Arah hingga 19 Juli
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Aksi Dugaan Eksibisionisme WNA di Blok M, Pramono: Hukum Seberat-beratnya
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Tiang Monorel Rasuna Said Mau Dibongkar, Dewan PSI Pertanyakan APBD dan Prosedur
• 12 jam lalumerahputih.com
thumb
Temui Erdogan, Menlu Sugiono Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Turki
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.