Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Aceh Tengah
Setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Kecamatan Bintang pada 26 November 2025 lalu, warga Kampung Suku Wihlah Setie kini kembali bisa mengakses air bersih. Dimana, fasilitas baru ini diharapkan menjadi sumber kehidupan sekaligus mendorong pemulihan pascabencana.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufik, mengatakan, bahwa sumur bor ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya air bersih yang aman dan berkelanjutan.
“Air bersih adalah kebutuhan pokok. Kami berharap bantuan ini mempermudah warga beraktivitas, menjaga kesehatan, dan mempercepat pemulihan pascabencana,” ujarnya kutip Minggu, 11 Januari 2026.
Ia mengatakan, jika sumur bor ini digali hingga kedalaman 18 meter ini selesai hanya dalam satu hari.
“Airnya kini mengalir jernih dan siap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi cadangan penting menghadapi musim kemarau maupun situasi darurat di masa depan,” ungkapnya.
Peresmian ditandai dengan penyerahan simbolis sumur kepada Reje Kampung Suku Wihlah Setie, Mansur Ariga, serta pengecekan langsung debit air oleh Kapolres.
Mansur Ariga mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang dianggap sangat vital bagi warga.
Hadirnya sumur bor ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai pengaman, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menangani dampak bencana dan memenuhi kebutuhan kemanusiaan.
Editor: Redaktur TVRINews




