KENDAL, KOMPAS.TV - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkap adanya kebutuhan mendesak terhadap guru tahfiz Al Quran perempuan di berbagai pesantren di Indonesia.
Ia mengatakan, hal ini menjadi peluang besar bagi para hafizah untuk berkiprah lebih luas dalam dunia pendidikan keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Menag saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-15 Jam’iyyah Hafidzotil Qur’an (JHQ) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).
Dalam acara itu, juga dikukuhkan pengurus JHQ Kabupaten Kendal yang dihadiri ribuan hafizah dari berbagai daerah.
Baca Juga: BSU Cair, 211.992 Guru dan Tendik Madrasah Non ASN Terima Rp600.000
“Kita melihat adanya kebutuhan yang sangat mendesak akan kehadiran guru-guru tahfiz perempuan yang kompeten di berbagai daerah. Ini adalah peran strategis yang bisa diisi oleh para hafizah untuk memperkuat pendidikan Al Quran di Indonesia,” kata Menag seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.
Nasaruddin menilai keberadaan ribuan perempuan penghafal Al Quran di Kendal merupakan aset sumber daya manusia yang sangat berharga bagi pembangunan moral bangsa.
“Saya sangat mengapresiasi pemandangan luar biasa ini. Ribuan hafizah berkumpul dalam satu forum adalah potensi besar yang harus kita berdayakan secara optimal untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” ujarnya.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Seleksi Masuk Madrasah Unggulan 2026: MAN Insan Cendekia, MAN PK, MAKN, MAN PUN
Menag juga mendorong Pemerintah Kabupaten Kendal untuk terus bersinergi dalam membina dan mengembangkan lembaga-lembaga tahfiz, khususnya yang fokus pada santriwati.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber :
- menteri agama
- nasaruddin umar
- guru tahfiz perempuan
- santriwati
- hafizah quran
- tahfiz quran




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469620/original/046779700_1768139488-Persija-2.jpg)
