JAKARTA, KOMPAS - Polisi menangkap dua pencuri sepeda motor sekaligus penembak warga yang beraksi di Jalan Andong III, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/1/2026) pagi. Mereka ditangkap saat melarikan diri ke Yogyakarta dan Jawa Barat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin mengatakan, kedua pelaku berinisial VV dan RC. "Kedua pelaku bisa teridentifikasi berkat keterangan korban dan saksi di lokasi kejadian," ujar Iman, Minggu (11/1/2026).
Kedua pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda. VV ditangkap di sebuah hotel, kawasan Gondokusuman, Yogyakarta, Jumat, (9/1/2026), sedangkan RC dibekuk di Cimahi, Jabar, keesokan harinya.
Mereka langsung dibawa ke kantor Subdirektorat Umum Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Dari keterangan pelaku, keduanya memiliki tugas berbeda. VV menjadi joki sekaligus penembak. Adapun RC bertugas sebagai pemetik (pencuri) motor.
Dari tangan komplotan ini, polisi menyita dua pucuk senjata api rakitan, 12 butir peluru, satu set kunci letter T beserta 15 anak kunci. Polisi juga menyita tujuh sepeda motor hasil kejahatan, pakaian yang dipakai saat beraksi, serta rekaman CCTV.
Dari hasil pemeriksaan diketahui jika kedua pelaku yang berasal dari Lampung Timur ini setidaknya telah empat kali mencuri motor di Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Salah satunya di Jalan Andong II, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Rabu (7/1/2026).
Saat itu, pelaku naik motor berboncengan untuk mengincar sepeda motor yang terparkir. Tak lama berselang, mereka menemukan sepeda motor. Mereka mencuri motor itu dengan merusak lubang kunci menggunakan kunci letter T. "Tidak butuh Waktu lama bagi pelaku untuk mencuri motor tersebut," kata Iman.
Saat pencurian berlangsung, korban ternyata sedang berada di dalam rumah. Alhasil, ketika mendengar mesin motornya menyala, korban pun langsung mengejar pelaku RC.
Korban dibantu warga sempat menangkap RC. Namun, melihat rekannya terpojok, VV segera menembak menembakkan senjata api ke arah warga sebanyak tiga kali. Peluru mengenai kaki korban. RC berhasil melarikan diri dengan menggunakan kendaraan yang telah dicurinya. Namun, motor milik pelaku berhasil ditahan oleh warga.
Dari hasil penyelidikan diketahui jika komplotan ini juga beraksi di Tomang, Tanjung Duren, hingga Duren Sawit. Modusnya berkeliling dan membobol motor yang terparkir dengan kunci letter T. "Di hari yang sama, pelaku sudah empat kali mencuri kendaraan bermotor," ujarnya.
Dalam kasus ini, para pelaku dijerat Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan Pasal 468 KUHP tentang penganiayaan berat. Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman maksimal hingga 12 tahun penjara.
Pencurian motor dengan bersenjata api tidak hanya terjadi kali ini. Pada 8 November 2025, komplotan pelaku curanmor menembak warga hingga tewas saat beraksi. Korban adalah Atim Suhara (42), petugas hansip di Cakung, Jakarta Timur. Pada hari naas itu, Atim sedang ronda malam bersama dua rekannya.
Atim dan rekannya memantau rekaman CCTV dan melihat dua pelaku sedang mencongkel sepeda motor milik warga sekitar pukul 03.30 WIB. Melihat itu, mereka langsung menuju lokasi untuk memastikan kejadian tersebut.
Sesampai di tempat kejadian, korban melihat kedua pelaku masih berada di dekat sepeda motor yang akan dicuri. Korban kemudian menabrakkan sepeda motornya ke arah pelaku untuk menggagalkan aksi tersebut. Keduanya terlibat duel fisik sebelum pelaku mengeluarkan senjata api dan menembakkannya ke arah korban. Akibatnya, korban terluka di perut sebelah kiri.
Setelah beberapa waktu melarikan diri, polisi akhirnya menangkap kedua pencuri motor itu. Mereka ternyata residivis kasus pencurian motor, yakni RS (29) dan PS (23) yang merupakan warga Lampung.
Kepala Polres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan dan jajaran kelurahan untuk menggalakkan keamanan mulai dari wilayah terkecil. ”Kami mengajak semua pihak untuk menggalakkan siskamling untuk mengantisipasi segala bentuk kejahatan yang bisa mengancam,” katanya.
Sindikat pencurian kendaraan bermotor sudah terjadi sejak lama. Bahkan harian Kompas pernah membuat liputan investigasi terkait sindikat ini pada 2023 lalu. Dari hasil pelacakan Tim Investigasi Harian Kompas mengungkap, jaringan pencuri sepeda motor antarpulau terus berkeliaran. Salah satu jejaknya ditemukan di di Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, 7 September 2023.
Tim investigasi melacak keberadaan Trimo yang diduga bagian dari komplotan pencuri sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya. Dia juga dipantau Tim Buser Polsek Seputih Banyak. Beberapa tersangka pencuri sepeda motor di Markas Polsek Tambora, Jakarta Barat, menyebut namanya sebagai bos penadah sepeda motor curian.
Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch Edison Siahaan mengatakan, kasus pencurian kendaraan bermotor terjadi karena masih adanya pasar. Sementara banyaknya pelaku pencurian kendaraan bermotor yang nekat menggunakan senjata tidak lepas dari sudah banyaknya pelaku yang sering tertangkap dan menjadi bulan-bulanan massa.




