KALSEL, KOMPAS.com - Kepercayaan diri Nazril yang dulu redup perlahan mulai tumbuh. Ketidakmampuan membaca dan menulis yang selama bertahun-tahun membebaninya kini tak lagi menjadi tembok penghalang.
Di usianya yang menginjak 17 tahun pada 2026, Nazril baru benar-benar mulai lancar membaca dan menulis setelah duduk di kelas I SMA Sekolah Rakyat 13, Kota Bekasi.
"Dulu saya kesulitan membaca. Sama buat menulis itu kayak susah dihapalinnya," kata Nazril, ketika berbincang dengan Kompas.com di peluncuran Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalsel, Minggu (11/1/2026).
Nazril tinggal di Kabupaten Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bersama kedua orangtuanya.
"Orangtua saya cuci gosok, kalau ayah sebagai OB di apartemen, saya anak tunggal," kata dia bercerita.
Baca juga: Sekolah Rakyat Mengembalikan Mimpi Naila...
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=sekolah rakyat prabowo, Nazril Sekolah Rakyat, Sekolah Rakyat Bekasi, Kisah Inspiratif Nazril&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMS8xNzI5Mzk5MS9raXNhaC1uYXpyaWwteWFuZy1kdWx1LXRhay1iaXNhLW1lbWJhY2Eta2luaS1zaWFwLW1lbWJhd2FrYW4tcHVpc2ktdW50dWs=&q=Kisah Nazril yang Dulu Tak Bisa Membaca, Kini Siap Membawakan Puisi untuk Prabowo§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Berbeda dengan banyak anak lain, hambatan utama Nazril bukanlah biaya sekolah. Sejak SD hingga SMP, ia tetap bersekolah, tetapi kemampuan membaca dan menulisnya tertinggal jauh dibandingkan teman-temannya.
"Kalau di sekolah sebelumnya itu kayak susah, enggak ada lesnya, terus saya kesulitan buat baca, teman-teman saya belum tahu saya belum bisa baca," ucapnya.
Rasa tertinggal itu ia simpan sendiri, sampai akhirnya Nazril dipertemukan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Dari pertemuan itulah, Nazril mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan SMA di Sekolah Rakyat.
Perubahan mulai dirasakan Nazril setelah empat bulan mengeyam pendidikan di Sekolah Rakyat.
Baca juga: Datang dari NTT hingga Papua, Siswa Sekolah Rakyat Siap Tampil dan Sambut Prabowo di Banjarbaru
"Sudah empat bulan saya belajar baca di sini, di Sekolah Rakyat. Saya sudah lumayan hampir bisa belajar membaca, menulis juga," ucapnya.
Lingkungan suportif di Sekolah RakyatNazril menemukan lingkungan yang lebih suportif.
Di asrama Sekolah Rakyat, ia dibantu oleh teman-temannya untuk belajar membaca.
Nazril juga gemar membaca komik selama jam istirahat.





