Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Lumajang
Sebuah sumber mata air di kaki Gunung Lemongan, Kabupaten Lumajang, menjadi salah satu tujuan wisata favorit warga saat libur akhir pekan. Selain menghadirkan nuansa alam khas pegunungan, objek wisata sumber mata air Randu Pinus membuat pengunjung, terutama anak-anak, betah berlama-lama mandi dalam suasana riang.
Objek wisata sumber mata air Randu Pinus berlokasi di Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Letaknya yang berada di sisi selatan kaki Gunung Lemongan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Probolinggo memberikan daya tarik tersendiri bagi pelancong.
Hampir setiap hari sumber mata air ini didatangi banyak wisatawan dari berbagai kota di Jawa Timur, terutama warga lokal Kabupaten Lumajang. Selain ingin menikmati suasana alam pegunungan, wisatawan yang datang ingin merasakan sejuknya air yang ditampung dalam kolam buatan.
Air dalam kolam yang ada di tempat wisata ini mengalir langsung dari sumber mata air alami. Hal inilah yang membuat anak-anak merasa senang hingga betah mandi berlama-lama karena airnya yang jernih dan segar.
Salah satu pengunjung, Febi, menuturkan bahwa sumber mata air Randu Pinus sangat pas untuk mengisi waktu libur di akhir pekan sambil menikmati indahnya alam yang sejuk. Menurutnya, selain lokasinya yang terjangkau, tiket masuk ke tempat ini juga tergolong murah.
“Lokasi wisata yang memanjakan dan sehat karena alamnya sejuk, senang menikmati mata air randu pinus ini . Tiket masuk juga terjangkau , semoga bisa ditingkatkan dan dikelola dengan baik agar semakin ramai wisatawan datang mengenal Lamongan,“ ujar Febi pada Minggu 11 Januari 2026.
Sementara itu, pengelola wisata, Ivan, menjelaskan bahwa nama Randu Pinus diambil dari banyaknya pohon randu dan pohon pinus yang tumbuh subur di sekitar sumber mata air tersebut. Kawasan ini kemudian dikelola oleh pemuda desa setempat hingga menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kabupaten Lumajang.
“Kami mencoba mengelola sumber daya alam Desa Randuyoso ini, dan ternyata diterima dengan baik oleh warga bahkan wisatawan luar daerah Lumajang, semoga bisa dikembangkan sehingga dapat menambah pendapatan Desa,“ kata Ivan.
Berdasarkan data dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, tercatat ada puluhan pengunjung yang datang ke tempat ini setiap hari. Jumlah tersebut bahkan mengalami lonjakan signifikan saat momen libur tahun baru kemarin.
Menariknya, sumber mata air Randu Pinus tidak hanya menjadi tempat wisata keluarga. Komunitas anak muda maupun organisasi lainnya juga diperbolehkan menggelar acara bermalam atau camping di area sumber mata air ini.
Wisatawan tidak perlu khawatir merogoh kocek dalam, karena tiket masuk ke lokasi wisata ini hanya dibanderol Rp5.000 per orang. Namun, biaya tersebut belum termasuk fasilitas tambahan lainnya seperti konsumsi dan peralatan camping.
Editor: Redaksi TVRINews





