VIVA – Setelah lebih dari dua dekade dikenal lewat seri perjalanan The Naked Traveller, penulis Trinity kembali hadir dengan karya yang terasa berbeda. Lewat buku terbarunya berjudul Di Luar Radar: Kisah Keberagaman dari Kuburan Jakarta sampai Hutan Amazon, Trinity tidak lagi sekadar mengajak pembaca berkeliling dunia, tetapi mengajak melihat realitas sosial yang kerap luput dari perhatian.
Buku ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan kepenulisan Trinity. Jika sebelumnya ia dikenal dengan kisah-kisah perjalanan yang personal dan subjektif, kali ini ia memilih pendekatan yang lebih reflektif dan observatif. Tema besarnya adalah keberagaman, prasangka, dan toleransi. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Dalam peluncuran bukunya, Trinity menegaskan bahwa karya ini lahir dari keinginannya untuk keluar dari zona nyaman.
“Jadi aku memang menantang diri untuk menulis sesuatu yang baru. Tapi karena memang basic aku adalah travel writer, jadi ya nyerempet-nyerempet jalan-jalan juga. Jalan-jalannya kali ini lebih filosofis, lebih dalam, lebih reflektif,” ujar Trinity di Sarinah, Jakarta Pusat pada Minggu, 11 Januari 2026.
Sesuai judulnya, Di Luar Radar berisi cerita-cerita yang tidak populer dan jarang dibicarakan. Trinity secara sadar memilih tema-tema yang sering dianggap sunyi, bahkan tidak menarik bagi banyak orang.
“Tema besarnya adalah isu keberagaman. Segala hal yang sebenarnya jarang disuarakan, suaranya sunyi, nggak dibicarakan orang, tapi penting,” ujarnya lagi.
Buku ini memuat 22 kisah nyata. Mulai dari kehidupan ibu-ibu yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kuburan Jakarta, pengalaman mondok di pesantren sebagai non-Muslim yang dilakukan selama 24 jam, hingga kisah misionaris Indonesia yang bertugas jauh di pedalaman hutan Amazon.
Tentang cerita kuburan Jakarta, Trinity bercerita bahwa pengalamannya bergaul langsung dengan warga di sana membuka perspektif baru.
“Aku berteman dengan orang-orang yang tinggal secara ilegal di pinggiran kuburan. Mereka ramah dan baik, tapi literasi finansialnya rendah,” jelasnya.
Tak hanya di dalam negeri, Trinity juga membawa pembaca ke Amerika Latin. Dari residensi penulis yang ia jalani, muncul fakta menarik yang jarang diketahui publik.


