JPO Sarinah Dibangun Lagi, Koalisi Pejalan Kaki: Mending Perbaiki "JPO Aborsi"

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengkritisi pembangunan kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Menurut dia, langkah tersebut kurang efektif karena nantinya akan difungsikan bersamaan dengan pelican crossing (fasilitas penyeberangan jalan dengan memencet tombol).

Di sisi lain, masih ada sejumlah JPO di Jakarta yang memerlukan pembenahan karena kondisinya terlalu curam.

Baca juga: Setuju JPO Sarinah Dibangun Lagi, Warga: Lebih Gampang Nyeberangnya

"Iya lebih baik memperbaiki yang kurang layak. Misalnya di JPO yang masih curam banget. Yang kita istilahkan dengan JPO aborsi," ujar Alfred saat dihubungi Kompas.com, Minggu (11/1/2025).

Ia pun mengkritisi alasan yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahwa pembangunan kembali JPO Sarinah untuk alasan keamanan menyeberang.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Jakarta, Sarinah, jpo sarinah, JPO Sarinah dibangun kembali&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMS8yMDAzMzQ5MS9qcG8tc2FyaW5haC1kaWJhbmd1bi1sYWdpLWtvYWxpc2ktcGVqYWxhbi1rYWtpLW1lbmRpbmctcGVyYmFpa2ktanBv&q=JPO Sarinah Dibangun Lagi, Koalisi Pejalan Kaki: Mending Perbaiki "JPO Aborsi"§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Jika demikian, menurut Alfred, keberadaan pelican crossing maupun zebra cross di Sarinah salama ini dinilai tidak aman untuk membantu warga menyeberang.

Padahal keberadaan kedua fasilitas tersebut bertujuan mengembalikan hak pejalan kaki agar setara dengan pengendara di jalan raya.

"Jadi, haknya orang berjalan kaki itu sama dengan haknya para pengendara di jalan raya. Dia bisa menyeberang dengan aman, nyaman ya. Yang perlu diubah itu bukan pejalan kakinya yang disuruh di atas," jelas Alfred.

"Yang perlu ditingkatkan itu kan kesadaran para pengendara memberikan ruang. Sehingga dalam sosialisasi kami selalu kami sampaikan, 15 detik (waktu menyeberang) itu sangat berarti bagi nyawa pejalan kaki," lanjut dia.

Selain itu, keberadaan pelican crossing dan zebra cross juga mendorong kebiasaan berkendara yang lancar, bukan buru-buru.

Alfred mengingatkan, kelancaran berkendara merupakan salah satu indikator untuk menguatkan branding sebagai kota global.

"Jakarta itu sebenarnya dengan kota-kota lain sebenarnya enggak perlu lagi kecepatan, yang perlu itu kelancaran. Itu sebenarnya kuncinya gitu," tutur Alfred.

"Jadi kalau mau mengembalikan label Jakarta sebagai kota global gitu, kota global itu indikatornya bukan cuma ekonomi loh ya gitu. Jadi coba tanya orang-orang yang mau naik JPO bahagia enggak?" tambah dia.

Baca juga: Menengok Pembangunan JPO Sarinah yang Terhubung dengan Halte Transjakarta

Progres pembangunan JPO Sarinah 

Pembangunan JPO Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, saat ini tengah berlangsung.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Pramono sebelumnya menyebut, sebenarnya JPO masih diperlukan warga.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Klasemen Proliga 2026 Putri: Jakarta Popsivo Polwan Sempurna di Puncak, Livin Mandiri Jadi Juru Kunci
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Agak Laen: Menyala Pantiku! 275 Ribu Penonton Menuju Rekor Film Terlaris Sepanjang Masa di Indonesia
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Mangkrak, Pemprov DKI Rogoh Rp100 M
• 14 jam laluidntimes.com
thumb
Imam Shamsi Ali: Kementerian Agama Dirusak Oknum yang Merasa Paling Islam
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.