Grid.ID - Olahraga padel dikenal seru dan kompetitif, tetapi juga memberi tekanan besar pada tubuh. Gerakan asimetris, perubahan arah cepat, hingga repetisi pukulan membuat padel berisiko menimbulkan lesi jika tidak disiapkan dengan baik.
Beban paling besar biasanya dirasakan pada sendi dan otot tertentu. Karena itu, memahami cara pencegahan menjadi hal penting bagi pemain pemula maupun berpengalaman.
Lesi akibat padel bukan hanya mengganggu performa, tetapi juga membutuhkan waktu pemulihan yang lama. Berikut penjelasan lengkap mengenai tips mencegah lesi akibat olahraga padel, sebagaimana dikutip dari Padel Magazine, Minggu (11/1/2026).
Mengapa Padel Berisiko Menyebabkan Lesi?
Padel merupakan olahraga yang memberikan tekanan tinggi pada tubuh, terutama pada sendi. Olahraga ini bersifat asimetris dan menggabungkan berbagai gerakan eksplosif seperti lompatan, akselerasi, penghentian mendadak, perubahan arah, hingga gerakan rotasi.
Selain itu, padel juga melibatkan repetisi pukulan yang dilakukan terus-menerus selama pertandingan. Cedera pada padel umumnya dipicu oleh ketidakseimbangan tubuh dan kompensasi otot, gerakan eksplosif yang intens, serta pengulangan gerakan yang sama. Semakin tinggi level permainan padel seseorang, semakin besar pula tuntutan terhadap kekuatan dan kesiapan sendi.
Cara Mencegah Lesi
Lesi adalah kerusakan atau gangguan pada jaringan tubuh yang dapat terjadi pada otot, sendi, tendon, ligamen, atau tulang. Untuk menghindari lesi, pemain padel sangat disarankan melakukan pemanasan dan peregangan dengan baik. Pemanasan membantu mempersiapkan otot dan sendi sebelum menerima beban berat selama pertandingan.
Selain itu, sendi juga perlu dibiasakan terhadap intensitas permainan padel, terutama bagi pemain yang semakin sering bermain atau berada di level lanjutan. Persiapan yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko cedera, sementara perawatan setelah bermain juga sama pentingnya untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Bahu dan siku juga merupakan area yang sangat rentan cedera dalam padel karena sering digunakan saat memukul bola. Untuk mencegah lesi pada bahu dan siku, latihan sederhana dengan elastic band dapat dilakukan di rumah, gym, atau bahkan di lapangan padel.
Caranya adalah dengan menempelkan siku ke tubuh, lalu menarik elastic band dan mengontrol pelepasannya secara perlahan. Latihan ini membantu menguatkan sekaligus menghangatkan sendi.
Setelah pertandingan padel, peregangan otot bahu, lengan, dan lengan bawah sangat dianjurkan. Untuk mencegah tendinitis, penggunaan es pada area yang terasa tegang juga dapat dilakukan.
Selain bahu dan siku, lutut serta pergelangan kaki juga mendapat tekanan besar saat bermain padel. Akselerasi eksplosif, blok mendadak, lompatan, dan perubahan arah yang cepat membuat sendi ini bekerja sangat keras.
Salah satu cara pencegahan yang disarankan adalah dengan memperkuat otot-otot di sekitar lutut. Latihan menggunakan Bosu, yaitu alat berbentuk setengah bola yang tidak stabil, dinilai efektif karena mampu melatih seluruh otot kaki.
Berbagai latihan dapat dilakukan dengan atau tanpa pala untuk menunjang kebutuhan pemain padel. Bagi pemain yang berlatih sendiri di rumah tanpa peralatan khusus, latihan duduk menempel di dinding atau chair exercise menjadi salah satu metode paling efektif dan aman untuk memperkuat kaki.
Empat Area Penting yang Harus Dijaga
Dalam olahraga padel, terdapat empat area sendi yang sangat penting untuk dilindungi dan dirawat, yaitu lutut, pergelangan kaki, siku, dan bahu. Perhatian besar perlu diberikan pada tahap persiapan, pemanasan, serta pemulihan setelah bermain.
Lesi pada salah satu dari empat area tersebut cenderung membutuhkan waktu penyembuhan yang lama. Oleh karena itu, konsistensi dalam pencegahan menjadi kunci agar pemain padel tetap dapat bermain aman dan optimal tanpa terganggu cedera. (*)
Artikel Asli



