Sebanyak 11 jembatan bailey di Provinsi Aceh telah rampung sepenuhnya. Dengan dukungan personel Kodam Iskandar Muda (IM), jembatan-jembatan tersebut kembali menghubungkan akses wilayah yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang dan longsor.
“Hingga Sabtu (10/1), lima dari 11 jembatan bailey yang telah selesai berada di Kabupaten Bireuen. Kelimanya yakni Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudeup, Jeumpa/Cot Bada, Matang Bangka, dan Kutablang,” dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah, Minggu (11/1).
Jembatan Teupin Mane menghubungkan ruas Bireuen–Bener Meriah–Takengon, sementara Jembatan Teupin Reudeup menghubungkan jalur Bireuen–Lhokseumawe.
Adapun Jembatan Jeumpa/Cot Bada menghubungkan Peudada–Bireuen, Jembatan Matang Bangka menghubungkan Gampong Matang Bangka dan Matang Teungoh, serta Jembatan Kutablang menghubungkan Bireuen–Lhokseumawe.
Enam jembatan bailey lainnya yang telah rampung tersebar di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara.
Di Bener Meriah, jembatan yang telah selesai meliputi Jembatan Weh Pase yang menghubungkan Aceh Utara–Bener Meriah, Jembatan Timang Gajah pada jalur Bireuen–Bener Meriah–Takengon, serta Jembatan Jamur Ujung 1 di ruas yang sama.
Sementara itu, di Aceh Utara, jembatan yang telah rampung yakni Jembatan Panton Nisam di Jalan Aceh Utara, Jembatan Bukit Dara Bhaktya yang menghubungkan Kecamatan Bhaktya–Lhoksukon, serta Jembatan Beutong Ateuh pada jalur Takengon–Nagan Raya.
Di luar 11 jembatan yang telah rampung, pemerintah masih terus mempercepat pembangunan 15 jembatan bailey di titik lainnya dengan dukungan personel TNI.
Sejumlah proyek menunjukkan progres signifikan, di antaranya Jembatan Jamur Ujung 2 yang telah mencapai 70 persen, Jembatan Bener Kelipah dengan progres 89 persen, serta Jembatan Wehni Rongka yang telah mencapai 65 persen.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445749/original/021618200_1765863815-3.jpg)
