Bisnis.com, JAKARTA — Kepemilikan perbankan nasional di Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mengalami tren peningkatan pada awal 2026. Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menunjukkan hingga 8 Januari 2026 total kepemilikan bank di SBN mencapai Rp1.397,68 triliun.
Nilai tersebut terdiri atas kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp1.131,38 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp266,30 triliun. Dengan capaian tersebut, porsi kepemilikan bank setara 21,11% dari total SBN yang dapat diperdagangkan.
Jika ditelusuri berdasarkan jenis bank, kepemilikan terbesar berasal dari bank konvensional yang menguasai SBN senilai Rp1.310,82 triliun, sementara bank syariah tercatat memiliki Rp86,87 triliun, yang seluruhnya berbentuk SBSN.
Dari sisi tren, kepemilikan perbankan menunjukkan kenaikan bertahap sejak awal Januari 2026. Pada 2 Januari 2026, total kepemilikan bank masih berada di level Rp1.326,33 triliun.
Angka tersebut meningkat menjadi Rp1.336,82 triliun pada 5 Januari, lalu Rp1.337,55 triliun pada 6 Januari, dan melonjak ke Rp1.382,77 triliun pada 7 Januari, sebelum akhirnya mencapai Rp1.397,68 triliun pada 8 Januari 2026.
Non-Bank Masih DominanDi luar perbankan, kelompok non-bank masih menjadi pemegang SBN terbesar. Hingga 8 Januari 2026, total kepemilikan non-bank tercatat mencapai Rp3.636,53 triliun, atau setara 54,92% dari total SBN yang dapat diperdagangkan
Baca Juga
- Bocoran Pertumbuhan Kredit Perbankan 2025 dari OJK dan BI, Masuk Target?
- OJK Selesaikan 176 Perkara sepanjang 2025, Terbanyak dari Perbankan
- Kinerja Perbankan RI pada 2026 Diprediksi Tetap Solid, Tapi Ada Catatannya
Kepemilikan non-bank tersebut didominasi oleh asuransi dan dana pensiun dengan nilai Rp1.302,03 triliun, disusul investor non-residen sebesar Rp881,88 triliun.
Selanjutnya, investor individu tercatat memiliki SBN senilai Rp536,94 triliun, sementara reksa dana menguasai Rp247,49 triliun. Adapun kategori lain-lain, yang mencakup perusahaan sekuritas, korporasi, dan yayasan, tercatat sebesar Rp668,19 triliun
Sebagai pembanding, total outstanding SBN yang dapat diperdagangkan hingga 8 Januari 2026 tercatat sebesar Rp6.621,11 triliun, dengan kepemilikan terbesar masih didominasi oleh kelompok non-bank dan institusi negara, termasuk Bank Indonesia.




