Inspiratif, Pelajar SMA di Jombang Raup Omzet Jutaan Rupiah dari Pisang Goreng Kekinian

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Hari Sukemi

TVRINews, Jombang

Cerita inspiratif datang dari Diana Putri Sari (17), seorang pelajar SMA asal Jombang, Jawa Timur, yang sukses merambah dunia UMKM melalui usaha pisang goreng kekinian. Meski masih berstatus pelajar, Diana berhasil membuktikan bahwa kreativitas dapat menghasilkan nilai ekonomi yang menjanjikan.

Berawal dari tanaman pisang yang tumbuh subur di pekarangan belakang rumahnya, Diana mengembangkan merek usaha bernama Pisang Goreng Nasional. Usaha yang berlokasi di Komplek Pertokoan Stadion Merdeka, Jalan Hayam Wuruk, Desa Candimulyo, Kabupaten Jombang ini kini ramai diburu oleh pembeli.

Produk buatannya mengusung konsep modern namun tetap mempertahankan nuansa tradisional. Hal ini terlihat dari penggunaan besek bambu premium sebagai kemasan yang ramah lingkungan, sehingga sangat cocok untuk dijadikan buah tangan atau oleh-oleh.

Diana menceritakan bahwa ide usaha ini muncul sekitar satu tahun lalu pada 2025. Ia merasa sayang jika hasil alam di rumahnya tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Daripada pisangnya tidak dimanfaatkan, kepikiran untuk dijadikan makanan yang bisa menghasilkan uang,” ujar Diana kepada tvrinews.com, Minggu, 11 Januari 2026.

Meskipun saat ini duduk di bangku kelas X SMA, Diana mengaku tidak kesulitan dalam membagi waktu antara kewajiban belajar dan mengelola bisnisnya. Aktivitas wirausaha ini ia lakukan sepenuhnya setelah jam sekolah usai.

“Pulang sekolah masih ada waktu luang. Daripada tidak melakukan apa-apa, lebih baik buka usaha,” katanya.

Pisang Goreng Nasional menawarkan berbagai varian topping kekinian dengan harga yang kompetitif, mulai dari Rp14 ribu hingga Rp22 ribu per porsi. Varian topping yang tersedia antara lain gula palm, cokelat, tiramisu, hingga keju. Dari berbagai menu tersebut, varian gula palm dan choco cheese menjadi produk yang paling banyak dipesan.

Untuk memenuhi permintaan pasar, Diana membutuhkan sekitar 4 hingga 6 tandan pisang gepok setiap harinya. Dengan rata-rata penjualan mencapai 150 porsi per hari, pelajar kreatif ini mampu meraup omzet sekitar Rp2 juta per harinya.

Selain melayani pembelian langsung, Diana juga memanfaatkan layanan pesan antar online untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas. Berkat kemasan besek bambu yang unik, pesanan kini tidak hanya datang dari warga lokal Jombang, tetapi juga merambah ke daerah sekitar seperti Kediri, Nganjuk, hingga Mojokerto.

Keberhasilan Diana mendapat apresiasi dari para pelanggannya, salah satunya Dian yang mengaku sering membeli pisang goreng tersebut karena teksturnya yang khas.

“Rasanya mantap, nikmat, kremes-kremes. Cocok untuk camilan maupun oleh-oleh,” ujar Dian.

Ia juga memuji pilihan kemasan yang digunakan oleh Diana. “Wadahnya tradisional, dari besek bambu, bagus dan lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Melalui keberhasilan ini, Diana berharap dapat terus mengembangkan usahanya dan membuka cabang di lokasi lain. Ia membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mandiri secara ekonomi selama ada kemauan dan kreativitas yang kuat.

Editor: Redaksi TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada Galian Saluran Air, Jalan Haji Nawi Jaksel Berlaku Satu Arah hingga 19 Juli
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Basarnas Hentikan Pencarian Korban KM Putri Sakinah, 1 Anak Pelatih Valencia Masih Hilang
• 17 jam laludisway.id
thumb
Kebakaran di Tambora Jakbar Hanguskan 14 Rumah, Kerugian Capai Rp 1,7 Miliar
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Imam Shamsi Ali: Kementerian Agama Dirusak Oknum yang Merasa Paling Islam
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
PDIP Beri Sinyal Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ibaratkan Seperti Senam Poco-Poco
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.