Jepara: Curah hujan tinggi mengguyur Kabupaten Jepara sejak dua hari terakhir. Tak hanya menyebabkan tanah longsor, tingginya curah hujan juga menyebabkan banjir di enam desa pada Minggu petang, 11 Januari 2026.
Banjir dengan ketinggian genangan lebih dari 60 sentimeter merendam Desa Jatisari, Kecamatan Nalumsari. Banjir terjadi akibat sungai yang melintas di wilayah tersebut meluap hingga menggenangi permukiman warga.
“Penyebabnya air sungai naik. Tidak tahu surutnya kapan karena ini masih ada hujan. Dari kemarin memang hujan terus-terusan,” ujar Budi Utomo, salah satu warga Desa Jatisari.
Baca Juga :
3.522 Warga Tempur Jepara Terisolasi Imbas LongsorSelain Desa Jatisari, banjir juga merendam Desa Pringtulis. Total ada ratusan rumah yang terendam banjir. Bahkan, banjir merendam dua desa di Kecamatan Mayong, yaitu Desa Mayong Lor dan Pelem Kerep.
Babinsa Koramil Mayong, Serda Muhammad Afif, menyampaikan bahwa banjir yang merendam permukiman warga mencapai sekitar 50 sentimeter. Meski belum mengungsi, warga mulai mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.
“Kalau di kantor Koramil ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Ini warga masih bersiaga memantau debit air,” kata Afif.
Penanganan longsor di jalur penghubung antardesa di Jepara. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Pada waktu yang bersamaan, banjir juga merendam Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan dan Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan. Camat Welahan, Suhadi, menyampaikan banjir di Desa Kalipucang Wetan disebabkan tanggul Sungai Bakalan jebol.
“Tapi ini sudah teratasi. Kami bersama-sama aparat gabungan dan warga langsung kerja bakti bersama-sama menutup tanggul yang jebol,” ungkap Suhadi.




