Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Lombok Barat
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia pada periode 11 Januari 2026.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, bencana yang terjadi masih didominasi bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir.
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir melanda Kabupaten Lombok Barat. Bencana ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus sejak pukul 13.00 hingga 15.00 WITA.
Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga, diperparah oleh aliran air kiriman dari wilayah pegunungan.
Banjir berdampak pada satu kecamatan, yakni Kecamatan Sekotong, dengan dua desa terdampak, Desa Taman Baru dan Desa Pesisir Mas. Luapan air sungai menggenangi rumah-rumah warga di sekitar bantaran sungai sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Data sementara mencatat sebanyak 251 kepala keluarga terdampak, terdiri atas 206 KK di Desa Taman Baru dan 45 KK di Desa Pesisir Mas.
Sebanyak 251 unit rumah dilaporkan terendam banjir. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga mengalami kerugian akibat masuknya air dan lumpur ke dalam rumah serta lingkungan sekitar.
Sebagai langkah awal penanganan, BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan instansi terkait. BPBD Kabupaten Lombok Barat telah melakukan asesmen ke lokasi terdampak untuk memastikan data kerusakan serta kebutuhan masyarakat.
Penanganan banjir dilakukan dalam status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Barat berdasarkan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 100.3.3.1-628 Tahun 2025 yang berlaku sejak 20 November 2025 hingga 31 Maret 2026.
Unsur yang terlibat di lapangan meliputi BPBD, TNI/Polri, Tagana, aparatur desa, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan terkini, banjir telah surut dan warga mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur dan material banjir. Namun, sejumlah jalan dusun masih tertutup lumpur dan memerlukan penanganan lanjutan.
Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain normalisasi sungai, perbaikan jembatan antar dusun di Desa Taman Baru, serta bantuan logistik berupa selimut, matras, dan tikar.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan cuaca ekstrem untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Warga diminta memantau informasi cuaca dan peringatan dini, menjaga kebersihan saluran air, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Editor: Redaksi TVRINews


