Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog mengingatkan petani agar tidak memanen gabah terlalu dini di tengah peningkatan target serapan beras nasional dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton pada 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa meskipun Bulog menyerap gabah petani tanpa syarat kadar air maupun kadar hampa (any quality) sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 6/2025, kualitas hasil panen tetap menjadi perhatian.
“Supaya tidak terjadi seperti sebelumnya, ketika kualitas beras menurun, kami memberikan catatan bahwa gabah yang diserap adalah gabah yang sudah memasuki usia panen,” kata Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, panen yang dilakukan sesuai umur tanaman akan menghasilkan beras dengan mutu lebih baik, tekstur lebih pulen, serta meminimalkan tingkat pecahan.
Di tengah peningkatan target serapan, Bulog memastikan tetap membeli gabah petani dengan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut berlaku secara nasional sesuai ketentuan pemerintah.
Untuk memastikan pembayaran di tingkat petani berjalan sesuai ketetapan, Bulog berencana menerapkan sistem pembayaran digital.
Baca Juga
- Bulog Bakal Bayar Gabah Nontunai, Minta Petani Buat Rekening
- Prabowo Siapkan Rp5 Triliun Bangun Gudang dan RMU, Serap Gabah Mulai Februari
- Dukung MBG, Bulog Jabar Pastikan Serap Gabah Petani Rp6.500/Kg
“Harapannya, petani memiliki rekening dan buku tabungan. Setelah terdaftar, pembayaran bisa langsung ditransfer,” ujar Rizal.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah memutuskan menaikkan cadangan beras pemerintah (CBP) dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton pada 2026. Penugasan pengadaan cadangan tersebut diberikan kepada Perum Bulog.
“Tadi kami putuskan cadangan beras pemerintah dinaikkan dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton,” ujar Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi penetapan cadangan pangan pemerintah di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).
Selain beras, pemerintah juga meningkatkan target cadangan jagung pemerintah dari 300.000 ton menjadi 1 juta ton untuk mendukung pelaksanaan program prioritas, termasuk makan bergizi gratis (MBG).
menyesuaikan untuk kanal pertanian/pangan.




