Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Utara akan mengoptimalkan bazar dan pameran produk di tahun 2026 untuk meningkatkan daya saing pelaku UKM di daerah setempat.
“Kami akan menggelar sejumlah kegiatan bazar dan pemasaran produk UKM sepanjang tahun 2026,” kata Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Utara Vicky Suryawan Jaya di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan pelaksanaan bazar dan pameran produk ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing pelaku UKM di Jakarta Utara.
Pihaknya telah menyiapkan beberapa agenda pemasaran produk UKM, baik di tingkat kota maupun kecamatan. “Jumlah disesuaikan dengan alokasi tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini," katanya.
Menurut Vicky, rencana kegiatan pemasaran produk UKM pada 2026 meliputi satu kegiatan jual beli lokal dan satu pameran luar kota melalui ajang Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).
Baca juga: Pemkot Jakut gelar 81 bazar dengan omzet Rp3,3 miliar sepanjang 2025
Kemudian, dua kali bazar tingkat kota yang akan digelar di dalam ruangan atau indoor dan di luar ruangan atau outdoor. Setelah itu, dua kali bazar tingkat kecamatan di masing-masing kecamatan.
Dirinya menargetkan bazar pertama dapat digelar pada bulan Ramadan karena daya beli masyarakat yang meningkat. “Ini tentu menjadi kesempatan yang baik bagi UKM untuk memasarkan produknya," ujarnya.
Meskipun, jumlah kegiatan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, dirinya berharap dampak ekonomi dari bazar UKM cukup signifikan. “Kami berharap tentu dampak kegiatan ini memberikan dampak lebih besar kepada pelaku UKM,” kata Vicky.
Sebelumnya Sudin PPKUKM Jakarta Utara telah menggelar 81 bazar sepanjang tahun 2025 dengan total omzet mencapai Rp3,3 miliar.
Baca juga: Sudin PPKUKM luncurkan layanan permohonan bazar secara digital
“Kami akan menggelar sejumlah kegiatan bazar dan pemasaran produk UKM sepanjang tahun 2026,” kata Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Utara Vicky Suryawan Jaya di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan pelaksanaan bazar dan pameran produk ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing pelaku UKM di Jakarta Utara.
Pihaknya telah menyiapkan beberapa agenda pemasaran produk UKM, baik di tingkat kota maupun kecamatan. “Jumlah disesuaikan dengan alokasi tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini," katanya.
Menurut Vicky, rencana kegiatan pemasaran produk UKM pada 2026 meliputi satu kegiatan jual beli lokal dan satu pameran luar kota melalui ajang Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).
Baca juga: Pemkot Jakut gelar 81 bazar dengan omzet Rp3,3 miliar sepanjang 2025
Kemudian, dua kali bazar tingkat kota yang akan digelar di dalam ruangan atau indoor dan di luar ruangan atau outdoor. Setelah itu, dua kali bazar tingkat kecamatan di masing-masing kecamatan.
Dirinya menargetkan bazar pertama dapat digelar pada bulan Ramadan karena daya beli masyarakat yang meningkat. “Ini tentu menjadi kesempatan yang baik bagi UKM untuk memasarkan produknya," ujarnya.
Meskipun, jumlah kegiatan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, dirinya berharap dampak ekonomi dari bazar UKM cukup signifikan. “Kami berharap tentu dampak kegiatan ini memberikan dampak lebih besar kepada pelaku UKM,” kata Vicky.
Sebelumnya Sudin PPKUKM Jakarta Utara telah menggelar 81 bazar sepanjang tahun 2025 dengan total omzet mencapai Rp3,3 miliar.
Baca juga: Sudin PPKUKM luncurkan layanan permohonan bazar secara digital





