Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Amad Rizal Ramdhani memastikan kesiapan gudang sewa berkapasitas dua juta ton beras diverifikasi kelayakan dan keamanannya terlebih dahulu sehingga mampu mendukung penyerapan hasil panen raya di 2026 secara optimal.
Rizal mengatakan setiap gudang yang akan disewa terlebih dahulu melalui tahapan survei ketat, termasuk pengukuran kekuatan lantai gudang guna memastikan mampu menahan beban beras dalam jumlah besar.
"Supaya nggak sampai ditaruh beras, tau-tau ambles gudangnya nanti. Maka harus kita ukur dulu kekuatan lantai gudangnya, yakin aman, baru nanti kita sewa, sesuai dengan aturan," kata Rizal ditemui di sela Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu.
Dia menyampaikan langkah verifikasi teknis dilakukan untuk mencegah risiko kerusakan bangunan, seperti amblasnya lantai gudang, yang dapat merugikan negara serta mengganggu kualitas cadangan beras pemerintah.
Baca juga: Bulog pastikan beras disetok di bandara untuk bencana tetap terjaga
Dengan strategi ini, Bulog optimistis penyerapan beras saat panen raya berjalan lancar, aman, dan sesuai standar, sekaligus memperkuat kesiapan logistik nasional dalam menjaga stabilitas pangan.
Tambahan kapasitas dua juta ton tersebut akan dipenuhi melalui pemanfaatan gudang filial dan gudang sewa, mengingat pembangunan 100 gudang baru Bulog saat ini masih dalam tahap proses pengerjaan.
Rizal menjelaskan pencarian gudang tambahan difokuskan pada semester pertama agar penyerapan hasil panen petani dapat dilakukan secara optimal tanpa terkendala keterbatasan ruang penyimpanan.
Bulog membuka peluang kerja sama dengan pengusaha maupun pihak lain yang memiliki gudang representatif dan layak, sepanjang memenuhi standar teknis serta ketentuan peraturan yang berlaku.
Perum Bulog menyiapkan gudang tambahan berkapasitas dua juta ton untuk menyerap hasil panen padi di awal 2026, guna memastikan ketersediaan ruang penyimpanan aman saat panen raya berlangsung secara terukur dan efektif.
Kesiapan gudang sementara sebagai solusi cepat menghadapi puncak panen Februari hingga April, sembari menunggu pembangunan fasilitas gudang baru sehingga petani tidak khawatir penjualan dan mutu tetap terjaga melalui sistem pengelolaan logistik modern yang terukur.
Rizal mengaku pihaknya telah mengecek dan memastikan kesiapan gudang dengan kapasitas sekitar 942 ribu ton untuk menerima hasil panen dengan standar keamanan penyimpanan yang telah ditetapkan BUMN pangan itu.
Baca juga: Bulog siapkan 1 juta ton beras premium untuk ekspor 2026
"Ini kami menyiapkan gudang yang kekuatannya dua juta ton. Nah sampai dengan hari ini total yang sudah dicek dan sudah oke itu (kapasitas gudangnya) ada 942.000 ton," ujarnya.
Selain itu, potensi tambahan dengan kapasitas sekitar 600 ribu ton gudang telah dikonfirmasi, sehingga total kapasitas kesiapan gudang mencapai sekitar 1,5 juta ton untuk menyambut panen raya.
Pemerintah menargetkan serapan gabah setara beras oleh Perum Bulog di tahun 2026 mencapai 4 juta ton.
Rizal mengatakan setiap gudang yang akan disewa terlebih dahulu melalui tahapan survei ketat, termasuk pengukuran kekuatan lantai gudang guna memastikan mampu menahan beban beras dalam jumlah besar.
"Supaya nggak sampai ditaruh beras, tau-tau ambles gudangnya nanti. Maka harus kita ukur dulu kekuatan lantai gudangnya, yakin aman, baru nanti kita sewa, sesuai dengan aturan," kata Rizal ditemui di sela Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu.
Dia menyampaikan langkah verifikasi teknis dilakukan untuk mencegah risiko kerusakan bangunan, seperti amblasnya lantai gudang, yang dapat merugikan negara serta mengganggu kualitas cadangan beras pemerintah.
Baca juga: Bulog pastikan beras disetok di bandara untuk bencana tetap terjaga
Dengan strategi ini, Bulog optimistis penyerapan beras saat panen raya berjalan lancar, aman, dan sesuai standar, sekaligus memperkuat kesiapan logistik nasional dalam menjaga stabilitas pangan.
Tambahan kapasitas dua juta ton tersebut akan dipenuhi melalui pemanfaatan gudang filial dan gudang sewa, mengingat pembangunan 100 gudang baru Bulog saat ini masih dalam tahap proses pengerjaan.
Rizal menjelaskan pencarian gudang tambahan difokuskan pada semester pertama agar penyerapan hasil panen petani dapat dilakukan secara optimal tanpa terkendala keterbatasan ruang penyimpanan.
Bulog membuka peluang kerja sama dengan pengusaha maupun pihak lain yang memiliki gudang representatif dan layak, sepanjang memenuhi standar teknis serta ketentuan peraturan yang berlaku.
Perum Bulog menyiapkan gudang tambahan berkapasitas dua juta ton untuk menyerap hasil panen padi di awal 2026, guna memastikan ketersediaan ruang penyimpanan aman saat panen raya berlangsung secara terukur dan efektif.
Kesiapan gudang sementara sebagai solusi cepat menghadapi puncak panen Februari hingga April, sembari menunggu pembangunan fasilitas gudang baru sehingga petani tidak khawatir penjualan dan mutu tetap terjaga melalui sistem pengelolaan logistik modern yang terukur.
Rizal mengaku pihaknya telah mengecek dan memastikan kesiapan gudang dengan kapasitas sekitar 942 ribu ton untuk menerima hasil panen dengan standar keamanan penyimpanan yang telah ditetapkan BUMN pangan itu.
Baca juga: Bulog siapkan 1 juta ton beras premium untuk ekspor 2026
"Ini kami menyiapkan gudang yang kekuatannya dua juta ton. Nah sampai dengan hari ini total yang sudah dicek dan sudah oke itu (kapasitas gudangnya) ada 942.000 ton," ujarnya.
Selain itu, potensi tambahan dengan kapasitas sekitar 600 ribu ton gudang telah dikonfirmasi, sehingga total kapasitas kesiapan gudang mencapai sekitar 1,5 juta ton untuk menyambut panen raya.
Pemerintah menargetkan serapan gabah setara beras oleh Perum Bulog di tahun 2026 mencapai 4 juta ton.



