JAKARTA, KOMPAS.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta merespons keluhan masyarakat terkait kesemrawutan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar yang kerap memicu kemacetan di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Setiadi Gunawan menyebut pihaknya sudah menindaklanjuti laporan warga dengan menerjunkan personel pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
"Sudah kami tindak lanjuti laporannya kemarin Sabtu. Hasilnya 15 PKL dihalau, 7 kopling dihalau, dan 9 bajaj juga dihalau," kata Setiadi saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu.
Baca juga: Depan RSCM Dipadati Pedagang dan Parkir Liar, padahal Ada Spanduk Larangan
Satriadi mengakui penertiban di kawasan tersebut menghadapi tantangan klasik, yakni benturan antara masalah ekonomi pedagang dan penegakan hukum.
Namun, ia tak memungkiri bahwa menjaga kawasan tersebut agar steril sepenuhnya selama 24 jam adalah hal yang sulit dilakukan saat ini.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=RSCM , rscm macet, pkl dekat rscm, pkl rscm&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMi8wNTA2MDA3MS9wa2wtZGFuLWJhamFqLW5nZXRlbS1iaWtpbi1tYWNldC1kZXBhbi1yc2NtLXNhdHBvbC1wcC1hdHVyLXN0cmF0ZWdp&q=PKL dan Bajaj Ngetem Bikin Macet Depan RSCM, Satpol PP Atur Strategi§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Kalau pun kita pantau 24 jam, personel kita enggak akan sanggup lah, kurang (jumlah) kita. Jelas kalau dipantau 24 jam pasti enggak akan ada itu (PKL), tapi anggota kita juga kan secara personel kurang," ujar Setiadi.
Menyadari tak efektifnya metode "kucing-kucingan" setiap hari dengan pedagang, Setiadi berencana mengubah pola pengawasan dengan melibatkan masyarakat, khususnya petugas keamanan gedung RSCM.
"Jadi sekarang yang mau dicoba ke depannya, polanya akan diubah dengan keterlibatan masyarakat dan terutama satpam di situ. Karena pada prinsipnya ketertiban bukan hanya milik Satpol PP, tetapi harus ada kolaborasi," jelas Setiadi.
Ia menekankan bahwa pengelola gedung juga memiliki tanggung jawab terhadap ketertiban di area depannya.
Jika satpam melihat tanda-tanda keramaian pedagang, mereka bisa melakukan tindakan pencegahan awal dan melapor ke Satpol PP.
"Kalau sudah kelihatan satu dua (pedagang), langsung gebah. Jangan sampai banyak. Kalau sistem penertibannya enggak diubah, kami juga pasti akan keteteran di mana-mana," tambah dia.
Baca juga: Bantah Biaya Bongkar Tiang Monorel Rp 100 Miliar, Pramono: Untuk Perbaikan Jalan
Target respons 15 menitDalam strategi kolaborasi ini, Setiadi menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat.
Jika satpam melapor adanya kerumunan yang tak terkendali, Satpol PP menjanjikan respons cepat.
"Target kami 5 sampai 10 menit, atau maksimal 15 menit (petugas Satpol PP) sudah tiba di lokasi," kata dia.
Ia menyebut pihaknya juga terus memantau media sosial untuk menyerap keluhan warga secara cepat.




