JAKARTA, KOMPAS.TV - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan dalam bertransaksi menggunakan kartu kredit seiring meningkatnya tren pembayaran non-tunai di Indonesia.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, masifnya penggunaan transaksi digital harus diimbangi dengan kesadaran menjaga keamanan data pribadi dan perbankan.
Sebab, berbagai modus kejahatan seperti phishing, skimming, hingga social engineering masih marak terjadi dan menyasar nasabah perbankan.
“Kartu kredit menjadi solusi transaksi yang praktis dan fleksibel, baik di merchant offline maupun online. Namun, kemudahan ini harus dibarengi dengan kesadaran nasabah untuk menjaga keamanan data pribadi agar tidak disalahgunakan,” kata Dhanny dalam siaran pers, dikutip Minggu (11/1/2026).
Baca Juga: Waspada Penipuan AI, Satgas PASTI Ungkap Modus Voice Cloning dan Deepfake
BRI menegaskan tidak pernah meminta data rahasia nasabah, seperti nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, CVV, maupun OTP melalui telepon, SMS, atau email. Nasabah diimbau untuk tidak membagikan data tersebut kepada siapa pun.
Untuk memperkuat keamanan, lanjut Dhanny, BRI telah menerapkan berbagai lapisan proteksi.
Mulai dari validasi data saat aktivasi kartu, notifikasi transaksi ke perangkat nasabah, penggunaan PIN enam digit di mesin EDC, hingga OTP untuk transaksi online dengan fitur 3D Secure.
Saat ini, Kartu Kredit BRI juga telah dilengkapi sistem verifikasi PIN enam digit sebagai lapisan perlindungan tambahan guna meminimalkan risiko penyalahgunaan kartu.
Baca Juga: Waspada Penipuan Jasa Hapus Data Pinjol, OJK Tegaskan Tak Ada Pemutihan Utang
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber :
- info publik
- bank bri
- kartu kredit bri
- penipuan skimming
- penipuan kartu kredit

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)



