Asing Masuk Kencang di Awal 2026, Saham Ini Diborong!

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp2,04 triliun di pasar saham Indonesia sepanjang periode 5-9 Januari 2026. Aksi beli bersih tersebut menandai meningkatnya minat investor global terhadap saham-saham berkapitalisasi besar maupun sektor komoditas di awal tahun.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham perbankan dan emiten tambang menjadi tujuan utama aliran dana asing. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat sebagai saham dengan net buy asing terbesar, mencapai Rp653,5 miliar sepanjang sepekan.

Di posisi kedua, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan net buy asing Rp628 miliar, seiring tetap solidnya sentimen terhadap komoditas logam dan mineral strategis.


Sementara itu, saham konsumer PT Astra International Tbk (ASII) dan emiten migas PT Petrosea Tbk (PTRO) juga masuk dalam daftar teratas dengan net buy masing-masing di kisaran Rp555 miliar.

Tak ketinggalan, saham bank jumbo PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menjadi incaran asing dengan catatan beli bersih lebih dari Rp500 miliar.

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar sepanjang 5-9 Januari 2026:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp653,5 miliar
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp628 miliar
  3. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp555,8 miliar
  4. PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp555,4 miliar
  5. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp505,3 miliar
  6. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) - Rp393,3 miliar
  7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Rp329,8 miliar
  8. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp264,2 miliar
  9. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp220,7 miliar
  10. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) - Rp209 miliar

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan lalu, Jumat (9/1/2026) nyaris di zona merah. Setelah sempat naik 0,62%, IHSG sempat terperosok ke 8.908,17 atau turun 0,19%.

Baca: Geo Energy Beli Mayoritas Saham 2 Perusahaan Pelayaran RI Rp2,14 T

Pada akhir pekan lalu, IHSG naik 0,13% ke level 8.936,75. Dengan demikian pada pekan pertama tahun ini, IHSG tercatat naik 1,8%.

Sebanyak 381 saham naik, 331 turun, dan 246 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 27,32 triliun, melibatkan 54,36 miliar saham dalam 3,4 juta kali transaksi.

Mengutip Refinitiv, sektor konsumer non-primer naik paling kencang, yakni 2,1%. Lalu diikuti oleh industri 1,78% dan kesehatan 1,34%.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Aturan Baru Cancel Transaksi Saham BEI, Bikin Untung Investor?

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat Hari Ini, Berikut 8 Fakta Penting
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Jadwal Semifinal Piala Afrika 2025: Bagaimana Peluang 4 Tim Lolos ke Partai Puncak?
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Bantah Biaya Bongkar Tiang Monorel Rp 100 Miliar, Pramono: Untuk Perbaikan Jalan
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat yang Tersebar di 34 Provinsi
• 22 menit laluokezone.com
thumb
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
• 23 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.