GenPI.co - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi meyakini nama Jokowi akan disebut berkali-kali pada kasus kuota haji yang menjerat eks Menag Gus Yaqut.
“Seperti halnya kasus Tom Lembong dan Nadiem Makarim, nama Jokowi akan disebut berkali-kali di kasus kuota haji,” katanya melalui akun X miliknya, dikutip Senin (12/1).
Tetapi, dirinya yakin KPK tidak akan pernah memiliki nyali untuk memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut.
Islah Bahrawi mengungkapkan akan mengulas isi “Buku Putih Kuota Haji 2024” dalam suatu podcast dalam waktu dekat.
“Apa kaitannya Jokowi dan Maktour? Penetapan tersangka untuk Gus Yaqut untuk menyelamatkan siapa? Apa ada kaitannya dengan konflik PBNU?” ujarnya.
Dia juga akan mengulas terkait isu pemain utama dan yang mengeruk keuntungan dalam kasus kuota haji.
“Gus Yaqut didakwa membuat kebijakan yang dapat menguntungkan orang lain. Siapa orang lain itu?” tuturnya.
Islah Bahrawi menutup pernyataan dengan meminta untuk tidak takut dalam menyampaikan kebenaran.
“Sebab, yang benar maupun yang salah akan mati pada waktunya,” tuturnya.
KPK diketahui telah menetapkan eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dan staf khususnya yakni Ishfah Abidal Aziz menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji.
BPK masih melakukan penghitungan kerugian keuangan negara pada kasus tersebut. Keduanya, dikenai Pasal 2 dan 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:




