Bisnis.com, JAKARTA - Napoli membuktikan masih berstatus kandidat kuat dalam perebutan takhta tertinggi Serie A setelah sukses mengimbangi Inter Milan dengan skor akhir 2–2 kala bertandang ke Stadio Giuseppe Meazza, San Siro, Senin (12/1/2025) dini hari.
Menariknya, keberhasilan Napoli menahan imbang tuan rumah bukan hanya mampu mencegah Inter Milan melaju lebih jauh sebagai pemuncak klasemen, namun sekaligus memperkuat mitos unik anyar yang sedang tren di kalangan pendukung Si Biru Muda: Napoli belum pernah kalah jika Scott McTominay bikin gol.
Skuad Inter asuhan Cristian Chivu sebenarnya tampil menjanjikan dengan serangan agresif pada menit-menit awal, hingga umpan matang Marcus Thuram di sisi kiri kotak penalti berhasil dikonversi menjadi gol menit ke-9 oleh Federico Dimarco lewat sepakan keras kaki kiri.
Hanya saja, Napoli lebih kuat ketika fase transisi. Bek Inter pun tampak keteteran dengan rotasi para penyerang Napoli, kepiawaian Rasmus Hojlund menahan bola, termasuk mengimbangi kecepatan lari 2 gelandang serang Matteo Politano dan Eljif Elmas. Salah satunya pun berbuah gol pertama McTominay pada menit ke-26.
Berawal dari kerja sama Elmas dengan sayap kiri Leonardo Spinazzola, bek Inter terkecoh, sehingga Elmas bisa jauh merangsek ke sisi kiri dalam kotak penalti. Elmas lalu memberikan bola mendatar ke jantung pertahanan Inter.
McTominay siap menyambut bola dengan sentuhan pertama dari dekat gawang hingga mengejutkan kiper Inter, Yann Sommer.
Baca Juga
- Hasil Liga Italia: Inter Milan Kalahkan Atalanta 1-0, Lautaro jadi Penentu Kemenangan
- Daftar Lengkap Klasemen Liga Inggris, Liga Spanyol dan Liga Italia
- Klasemen Liga Italia: Klub Jay Idzes Ada di Papan Tengah, AC Jadi Penguasa
Pendukung Napoli seharusnya bisa tenang karena McTominay sudah bikin gol. Namun, mitos unik buat pemain asal Skotlandia itu hampir saja terpatahkan kala Hakan Calhanoglu sukses mengeksekusi gol dari titik putih pada menit ke-73.
Penalti itu berawal dari keputusan pelatih Inter Cristian Chivu untuk mengganti Piotr Zielinski dengan Henrikh Mkhitaryan demi menambah kreativitas lini tengah Nerazzurri.
Kelincahan Mkhitaryan dalam kotak pertahanan lawan berbuah tendangan penalti, akibat pelanggaran yang dilakukan oleh Amir Rrahmani.
Keputusan wasit sempat diprotes tim tamu, terutama dari bench pelatih Napoli Antonio Conte yang protes sembari berteriak keras-keras.
Pelatih yang punya kenangan manis membawa Inter scudetto musim 2020-2021 itu pun sampai-sampai diganjar kartu merah.
Demi membalikkan keadaan, tim kepelatihan Napoli membuat keputusan yang tak kalah dahsyat dengan mengganti Sam Beukema dan memasukkan Noa Lang untuk menambah daya serang.
Tenaga segar Lang pun sukses memberikan assist, lewat kesiapannya menyambar umpan silang Politano yang berasal dari sisi kanan lapangan.
Umpan Politano yang mengarah jauh ke seberang sisi sebenarnya hampir melewati garis lapangan. Lang sampai harus mengeluarkan ilmu akrobatiknya buat mengeksekusi umpan tarik ke tengah kotak penalti lawan.
McTominay yang berdiri dalam posisi ideal langsung menghadap arah mistar. Tendangan kaki kanannya menyambut umpan Lang dalam satu sentuhan, justru menghasilkan tendangan first-touch setengah voli yang begitu apik buat menjebol gawang Inter.
Terakhir, peluang terbaik Inter datang dari tendangan Mkhitaryan yang sayangnya membentur tiang gawang. Lagi-lagi, mitos McTominay hampir terpatahkan, tapi ternyata nasib berkata lain.
Mitos Unik Gol McTominay belum usai. Mantan pemain Manchester United itu pun diganjar sebagai Man of The Match dalam pertandingan ini dengan rating 8,8 dari 10.
Hasil pertandingan ini membuat selisih jarak poin kedua tim bertahan hanya 4 poin dalam klasemen Liga Italia, tepatnya 43 poin untuk Inter di puncak dan 39 poin untuk Napoli di peringkat ketiga.
AC Milan yang kini bertengger di posisi ke-2 dengan 40 poin ikut diuntungkan dengan hasil imbang ini. Begitu juga buat AS Roma dan Juventus yang kini berebut posisi ke-4, sebab membuka kembali asa dalam bersaing merebut gelar juara Liga Italia musim ini.




