Banjarbaru: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kondisi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, relatif kondusif usai diguncang gempa bumi magnitudo (M) 7,1. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka berat akibat peristiwa tersebut.
“Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka berat akibat gempa tersebut. Sebagian warga memang masih mengalami trauma, namun situasi secara umum sudah kondusif,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan yang diterima di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026, melansir Antara.
Abdul memastikan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak mulai kembali berjalan normal seiring stabilnya kondisi pascagempa. Berdasarkan pembaruan data BNPB hingga Minggu, 11 Januari 2026, pukul 13.00 WIB, gempa berdampak pada sekitar 12 kepala keluarga.
Baca Juga :
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulawesi Utara, Tak Berpotensi TsunamiMenurut Abdul, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, guncangan dirasakan cukup kuat selama 20–30 detik di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu, sehingga sempat memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah.
Gempa bumi di Melonguane, Sulawesi Utara. Foto: Dok BMKG
BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 setelah gempa utama. Sementara itu, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan keselamatan masyarakat.
"Aliran listrik yang sempat padam dilaporkan telah kembali normal," kata Abdul.
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami retak atau berpotensi roboh, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat.



