Demo di Iran Renggut 192 Nyawa, Pembunuhan Massal Diduga Terjadi

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Aparat keamanan Iran dituduh melakukan pembantaian massal dalam demo besar yang mengguncang negara itu sejak Desember lalu. Tuduhan tersebut disampaikan oleh LSM pemantau HAM di Iran, Iran Human Rights (IHR), pada Minggu (12/1).

Dalam laporan yang diterima IHR, tercatat 192 demonstran kehilangan nyawa selama aksi protes. Namun, mereka meyakini jumlah korban sebenarnya di lapangan jauh lebih tinggi.

IHR menegaskan angka-angka tersebut diperoleh dari jaringan mereka yang berada di Iran.

“Laporan yang belum diverifikasi menunjukkan bahwa setidaknya beberapa ratus, dan menurut beberapa sumber, lebih dari 2.000 orang mungkin telah tewas,” kata IHR seperti dikutip dari AFP.

“Kami mengecam pembunuhan massal dan kejahatan internasional besar terhadap rakyat Iran,” sambung mereka.

Adapun sebuah video yang direkam di sebuah kamar mayat di selatan Teheran memperlihatkan tumpukan jenazah demonstran. Video tersebut telah diverifikasi kebenarannya oleh kantor berita AFP.

Dalam video itu tampak mayat-mayat yang dibungkus kantong hitam. Di sekitar kantong jenazah tersebut terlihat anggota keluarga yang berduka.

Demo di Iran dipicu lonjakan biaya hidup. Kondisi diperparah dengan melemahnya nilai mata uang rial.

Awalnya, demo bermula di ibu kota Teheran. Namun kini aksi protes telah meluas ke berbagai kota lain dan berujung pada penentangan terhadap pemerintahan Republik Islam yang dipimpin Ayatollah Ali Khamenei.

Sejumlah media melaporkan demo kali ini merupakan yang terbesar sejak Revolusi Islam pada 1979.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita Miss World Vietnam 2023 Kerja Jadi Asisten Penjualan Dior Sambil Kuliah
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Gembok Saham BBRM dan PPGL Dibuka, Harganya Lanjut Ngegas!
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hujan Angin, Pohon Tumbang Tutup Jalan di Kemang dan Pakubuwono
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tembok Lantai Dua Rumah Warga di Koja Roboh Diterjang Hujan dan Angin Kencang | SAPA MALAM
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Teken Perintah Eksekutif, Cegah Pengadilan Sita Pendapatan Minyak Venezuela di AS
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.