Belakangan ini, aksi protes berskala nasional di Iran terus meluas. Meskipun pihak berwenang memberlakukan pemutusan internet untuk menekan penyebaran aksi protes, massa dalam jumlah besar tetap berkumpul di jalan-jalan sambil meneriakkan slogan-slogan. Sejumlah demonstran bahkan memanjat tiang listrik untuk membongkar dan menghancurkan kamera pengawas di jalanan. Peralatan pengawas tersebut diketahui dijual ke Iran oleh perusahaan-perusahaan asal Tiongkok.
EtIndonesia. Pada 28 Desember 2025, aksi protes meletus di Iran dan dengan cepat menyebar ke berbagai kota di seluruh negeri. Pada 8 Januari, otoritas Iran memutus jaringan internet dan komunikasi nasional dengan tujuan memblokir penyebaran informasi terkait protes. Pemerintah juga menggunakan kekuatan untuk menekan demonstrasi, namun rakyat tidak mundur—justru semakin banyak orang turun ke jalan.
Video yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi menunjukkan bahwa di sejumlah kota, termasuk Teheran, massa besar berkumpul dan meneriakkan slogan seperti “Tumbangkan diktator” dan “Tumbangkan Khamenei”, sebagai ungkapan ketidakpuasan terhadap pemerintah.
Menurut laporan, peserta aksi protes kali ini tidak hanya berasal dari kalangan anak muda, tetapi mencakup berbagai kelompok usia dan beragam profesi.
伊朗民众抗议持续 抗议者打砸中共制监控设备(图/视频) 近期,伊朗全国性抗议不断扩大,尽管当局实施断网来遏制抗议活动蔓延,但大规模的抗议者仍聚集在街头,高喊口号。有的抗议者还爬上电线杆,拆毁、砸掉街头的监控设备,这些监控设备是中国公司出售给伊朗的。https://t.co/YFGxNMawc6
— 阿波罗网唯一官方推号 (@aboluowang) January 10, 2026Video yang beredar di internet memperlihatkan massa besar memenuhi jalan-jalan. Beberapa demonstran memanjat tiang di pinggir jalan untuk membongkar dan menghancurkan kamera pengawas di atasnya, sementara warga di bawah bersorak menyambut aksi tersebut.
Pada September 2022, seorang perempuan muda di Iran ditahan oleh polisi karena melanggar aturan berpakaian ekstrim Republik Islam Iran dan kemudian meninggal dunia, yang memicu gelombang protes besar. Organisasi hak asasi manusia menuduh bahwa polisi dan aparat keamanan Iran menggunakan teknologi pengenalan wajah serta sistem pengawasan yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk menindak para demonstran.
Polisi Teheran bahkan pernah memperlihatkan di televisi nasional Iran bagaimana mereka menggunakan kamera pengawas berbasis jaringan untuk mengidentifikasi, melacak, dan menangkap para demonstran.
Data bea cukai Tiongkok menunjukkan bahwa sejak gelombang protes meletus pada September 2022, ekspor peralatan pengawasan dari Tiongkok ke Iran meningkat tajam.
Pada 4 Februari 2023, menurut laporan harian Amerika The Wall Street Journal, pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan sanksi baru terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok yang menjual peralatan kamera pengawas kepada pasukan keamanan Iran.
Target sanksi AS tersebut adalah produsen perangkat elektronik yang berbasis di Tianjin, Tiongkok, yaitu Tiandy Technologies. Perusahaan ini diketahui menjual produk kamera pengawas kepada Garda Revolusi Islam Iran. (Hui)
Laporan gabungan oleh reporter Li Li / Lin Qing – NTDTV.com



