Cegah Gudang Ambles, Bulog Audit Ketat Kapasitas Gudang Sewa untuk Stok Beras Nasional

matamata.com
12 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan kesiapan gudang sewa berkapasitas dua juta ton untuk mendukung penyerapan hasil panen raya 2026 secara optimal. Setiap fasilitas penyimpanan akan melalui verifikasi kelayakan dan keamanan ketat sebelum digunakan.

Rizal menjelaskan bahwa tahapan survei mencakup aspek teknis yang mendalam, termasuk pengukuran kekuatan lantai gudang. Hal ini dilakukan untuk menjamin bangunan mampu menahan beban beras dalam jumlah besar.

"Kita ukur dulu kekuatan lantai gudangnya. Jangan sampai saat beras ditaruh, gudangnya malah amblas. Setelah yakin aman dan sesuai aturan, baru kita sewa," tegas Rizal di sela Rapat Kerja Nasional Bulog di Jakarta, Minggu (11/1).

Solusi Cepat Menjelang Puncak Panen Penyiapan gudang tambahan ini merupakan solusi strategis untuk menghadapi puncak panen pada Februari hingga April 2026.

Mengingat proyek pembangunan 100 gudang baru milik Bulog masih dalam tahap pengerjaan, pemanfaatan gudang sewa dan gudang filial menjadi langkah krusial agar hasil panen petani dapat terserap maksimal.

Hingga saat ini, Bulog telah memverifikasi gudang dengan total kapasitas sekitar 942.000 ton yang dinyatakan siap pakai. Selain itu, potensi tambahan kapasitas sebesar 600.000 ton telah dikonfirmasi, sehingga total kesiapan saat ini mencapai 1,5 juta ton.

"Target kami adalah menyiapkan kapasitas hingga dua juta ton. Pencarian gudang tambahan difokuskan pada semester pertama agar penyerapan tidak terkendala keterbatasan ruang penyimpanan," tambah Rizal.

Buka Peluang Kerja Sama Dalam upaya memperkuat logistik pangan nasional, Bulog membuka peluang kerja sama dengan pengusaha atau pihak swasta yang memiliki gudang representatif.

Syarat utamanya adalah memenuhi standar teknis dan ketentuan peraturan yang berlaku guna menjaga mutu beras tetap terjaga.

Langkah ini selaras dengan target pemerintah agar Perum Bulog mampu menyerap gabah setara beras hingga 4 juta ton pada tahun 2026. Dengan sistem pengelolaan logistik yang terukur, diharapkan stabilitas harga di tingkat petani tetap terlindungi selama masa panen raya. (Antara)

Baca Juga
  • Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Proyek Asal-asalan di Jabar Tidak Akan Dilunasi!


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wajib Ada Pas Imlek 2026, Inilah Manfaat Jeruk Mandarin Bagi Kesehatan
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Eksplorasi Nikel Konawe, MBMA Habiskan Dana Rp44,37 Miliar di Akhir 2025
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Imbas Genangan, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan dan Tak Layani Penumpang
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Puan Maharani Ajak Kader PDIP Bersikap Kritis dan Solutif Sebagai Partai Penyeimbang
• 1 jam lalupantau.com
thumb
SSIA Alihkan Saham Batiqa Hotel ke Entitas Usaha, Nilainya Rp2,5 Miliar
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.